2 Sarjana Gerayangi Masjid-masjid Kampus

0
78
Pencurian di Masjid Kampus
PENCURIAN. Polres Magelang Kota menggelar perkara kasus pencurian spesialis masjid kampus yang dilakukan oleh dua perempuan berstatus sarjana ekonomi, di mapolres setempat, kemarin.

Petualanganya Berakhir di Magelang

MAGELANG TENGAH – Polres Magelang Kota berhasil mengungkap sindikat pencurian spesialis di dalam masjid kampus-kampus, belum lama ini. Dua tersangka yang semuanya adalah perempuan muda itu berhasil diamankan.

Mereka diduga kerap beraksi mencuri telepon seluler di sejumlah masjid di kampus Jogjakarta dan Kota Magelang. Keduanya adalah Fitri Kurniawati (21) asal Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo dan Rossy Purnama Ramadhan (20) asal Desa Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Dharmawan menjelaskan, penangkapan dua perempuan sarjana ekonomi itu bermula ketika polisi menyelidiki kasus pencurian telepon seluler (ponsel) di masjid kampus Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang, akhir November 2018 lalu.

Aksi mereka terekam kamera pengawas (CCTV) kampus mencuri ponsel milik seorang mahasiswa yang sedang menunaikan salat Dzuhur.

”Korban melapor kepada kami kalau kehilangan ponsel di masjid kampus Untidar, kemudian kami selidiki melalui kamera CCTV, dan ketahuan dua pelaku tersebut,” kata Kristanto dalam gelar perkara di Mapolres Magelang Kota, Senin (31/12).

Tidak lama setelah itu, awal Desember 2018, polisi mengamankan keduanya di rumah kos mereka di kawasan Kalasan, Kabupaten Sleman, berikut sejumlah barang buktinya.

Ia menjelaskan kedua tersangka telah mengakui perbuatannya dan ternyata aksi pencurian di kampus Untidar bukan yang pertama kali. Mereka juga telah melakukan aksi yang sama di beberapa kampus Jogjakarta, antara lain di UGM, UPN Veteran, UNY, UMY, STTE Palagan dan di masjid Gejayan Jogjakarta. ”Bahkan mereka tidak hanya 1 kali, tapi berkali-kali mencuri di setiap kampus. Di UGM 4 kali, UPN 3 kali, UMY 4 kali, UNY 3 kali, STTE dan masjid Gejayan masing-masing 1 kali,” jelasnya.

Saat beraksi, lanjut dia, masing-masing punya peran sendiri-sendiri. Fitri bertugas sebagai eksekutor, sementara Rossy mengawasi lingkungan sekitarnya. Sebelum mencuri pun mereka ikut menunaikan salat di masjid sasarannya. ”Kita juga mengamankan selain tersangka termasuk barang bukti ada 10 unit ponsel,” ungkapnya.

Saat ini keduanya telah mendekam di tahanan Polres Magelang Kota untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara itu, kepada kepolisian salah satu pelaku, Fitri mengaku nekat mencuri demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ia sudah berhenti bekerja beberapa bulan yang lalu. Ia mengaku pertama kali mencuri di sebuah masjid di dekat RS Panti Rapih Jogjakarta. ”Saya terpaksa (mencuri) buat kebutuhan sehari-hari, Pak. Karena sudah berhenti kerja,” akunya.

Apapun pengakuannya, kedua perempuan ini tetap harus menjalani proses hukum. Polres Magelang Kota pun akan terus menjalin koordinasi dengan Polda Jogjakarta guna pengembangan kasus nantinya. Terlebih dua perempuan sindikat pencuri spesialis masjid ini melakukan tindak pidana di dua daerah yang berbeda. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here