Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Magelang Ekspres

 Terbaru

Vape Rasa Narkoba Dibuat di Kelapa Gading

Jumat
09 November 2018 🕔 11:37:00 WIB

*18 Pelaku Ditangkap*

JAKARTA - Sebanyak 22 produk liquid vave narkoba dihasilkan di sebuah laboratorium di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Total ada 18 pelaku yang diamankan terkait kasus ini.

Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya meringkus lima buronan kasus liquid vape yang mengandung narkotika. Empat di antaranya TY (28), HAM (20), VIN (26), COK (35) diringkus di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cipinang, Jakarta Timur. Sementara DW yang merupakan istri TY ditangkap di Jalan Cipinang Kebembem, Jakarta Timur.

"Seperti yang pernah kita sampaikan waktu yang lalu, bahwa kita mempunyai DPO (Daftar Pencarian Orang) dan hari ini sudah kita tangkap DPO-nya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di sebuah rumah yang dijadikan laboratorium di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11).

Dengan telah ditangkapnya pelaku yang buron tersebut, lanjut Argo, sehingga total pelaku yang berhasil diringkus sampai saat ini sebanyak 18 orang. Namun, masih ada satu pelaku lagi yang buron yaitu LT, berperan sebagai penanggungjawab produksi.

Maraknya peredaran liquid vave, membuat pihak kepolisian meminta agar pemerintah meninjau ulang peraturan tentang peredaran vape atau rokok elektrik di Indonesia.

"Ternyata kegiatan pembutan vape elektrik yang ada narkoba ini adalah sangat rapi. Terbukti tetangga tidak tahu kegiatan-kegiatan ini," jelasnya.

Peraturan mengenai vape atau rokok elektrik ini terdapat pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor PMK-146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, yang didalamnya juga memuat kebijakan pungutan cukai rokok elektrik 57 persen dari harga jual eceran (HJE).

Peninjauan ulang aturan tersebut bertujuan agar tidak ada generasi muda Indonesia yang dihantui dengan peredaran narkoba dengan modus dicampur ke liquid vape. "Kalau bisa ini ditinjau ulang peraturan bisa masuk ke Indonesia atau digunakan, kalau perlu pabrik ini (vape elektrik) tidak boleh masuk ke Indonesia," ucapnya.

Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak menyampaikan, para pelaku yang buron itu berhasil diringkus berkat pengembangan para tersangka yang ditangkap sebelumnya.

"Dengan kerja sama yang baik dari teman-teman Rutan Cipinang, kami mendapat informasi, dan akhirnya empat tersangka (buron) kami dapatkan di Rutan Cipinang," terang Calvijn.

Selain empat orang di Lapas Cipinang, polisi juga meringkus seorang perempuan berinsial DW yang merupakan istri dari TY. "Dan kebetulan tersangka yang perempuan ini merupakan istri dari inisiator dari kegiatan ini. Bahan produksi, mengadakan bahan mensuport dana dan seterusnya," tuturnya.

Menurut Calvijn sindikat Narkoba Reborn Cartel yang menggunakan modus meracik narkoba jenis ekstasi sehingga menjadi liquid vape, membagi tiga lokasi yang berbeda pada setiap prosesnya. Dalam produksi liquid vape itu, 18 tersangka yang telah diamankan memiliki peran yang berbeda di setiap lokasinya. Pada proses pertama atau peracikan, beberapa tersangka menggunakan sebuah rumah mewah yang berada di Jalan Janur Elok, Kelapa Gading, Jakarta Timur.

Di lantai dua rumah mewah itulah, para tersangka menggunakan alat-alat canggih untuk mencampurkan beberapa bahan baku termasuk ekstasi untuk dijadikan dalam bentuk cairan. "Kami menemukan tiga lokasi, yang pertama adalah tempat ini adalah laboratorium di. Fungsinya adalah memproses, memproduksi hasil hasil produksi dan meracik di tempat ini," terangnya.

Setelah peracikan serta pencampuran bahan baku hingga menjadi berupa cairan itu selesai, lanjut Calvjin, para tersangka yang berada di rumah mewah itu mengirim ke tempat ke dua yang berada di salah satu unit Apartemen Paladian, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Di lokasi kedua itulah, beberapa tersangka lainnya memasukan cairan itu ke botol berukuran 5 milimeter. Selanjutnya, botol-botol yang telah terisi kemudian diberi label 'illusion' dengan tujuan mempercantik kemasan liquid itu.

"Jadi produk yang diracik dan dimasukan botol dan diberi label hologram itu tempatnya di TKP kedua yaitu apartemen Palagian," paparnya.

Setelah itu, para tersangka kembali mengirimkan ke lokasi ketiga yang berada di salah satu unit Apartemen Basura, Jatinegara, Jakarta Timur.

Di tempat itulah, botol-botol dikemas ke dalam kardus-kardus kecil sehingga siap untuk dikirim ke pelanggan. "Mem-packing (mengemas) sesuai dengan ukurannya. Jadi di TKP Basura itu banyak sekali kotak yang disiapkan sesuai dengan ukuran dan jumlah botol pemesan. Misalkan dua botol itu mungkin ukuran sedang, 10 botol ukuran kecil dan seterusnya," jelasnya.

Bahkan, dalam memperjualkan liquid vape yang mengandung ekstasi itu, kata Calvjin, para tersangka membandrol harga hingga ratusan ribu setiap botol berukuran 5 mililiter. Dan dipasarkan secara online. Selain itu, untuk mengantarkan liquid itu, para tersangka menggunakan transportasi online dan jasa ekspedisi.

"Harganya Rp 350-450 ribu. Pemesanannya juga berlangsung secara online dengan pendistrinuan dengan dua cara. Yang pertama didistrubusikan dengan jasa ojek online dan yang kedua pendistribusiannya dengan menggunakan jasa ekspedisi," ucapnya.

Lebih lanjut Calvijn menuturkan, selama dua tahun beroperasi pabrik ini sudah menghasilkan sebanyak 22 jenis produk. Satu produk dijual seharga kisaran Rp 300 ribu - Rp 500 ribu. Pemilik pabrik TY dan DW telah menjalankan bisnis haram itu sejak 2016.

Menghasilkan 22 jenis produk yang keseluruhannya mengandung Narkotika jenis THC, MDMA dan 5-Flour ADB. Serta dua produk lainnya yang dalam tahap perencanaan.

Berikut 22 jenis produk liquid vape narkotika hasil produksi Reborn Cartel:

1) Lemonade Grenade 2,5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

2) Extreme Lemonade 2,5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

3) Traditional Bali Tobaco 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB,2017)

4) Golden Barong 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

5) Golden Barong 100 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

6) Dope 2,5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

7) Cheery Dope 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

8) Dope Shit 50 gram ( mengandung 5 fluoto ADB, 2017)

9) Golden Bear 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

10) Exbe 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB,2017)

11) Exbe 100 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

12) Segel Exbe 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

13) Allirog 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

14) Ex Grizz 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

15) Ex Grizz 25 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

16) Madness 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017)

17) Cherrykush 2 mili liter (mengandung THC, 2018)

18) Cannabulls 1 gram (mengandung THC, 2018)

19) Ahoc 1 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2018)

20) Bananakush 2 mili liter (mengandung THC, 2018)

21) Illusions 5 mili liter (mengandung 5 Fluoro ADB)

22) Banteng 30 mili liter (mengandung THC, 2018)

Sedangkan dua produk yang masih direncanakan, yakni:

1) Banteng 30 mili liter (rencana mengandung THC, 2018)

2) Segel Banteng 30 mili liter (rencana mengandung THC, 2018)

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menemukan sebuah rumah di kawasan elite di Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang dipakai sebagai laboratorium (lab) pembuat liquid vape mengandung Metilendioksimetamfetamina (MDMA).

Di lab tersebut, ditemukan hasil penyulingan ganja sintesis dan ekstasi, kemudian peralatan laboratorium, serta liquid vape mengandung narkoba yang sudah jadi. Pada awal pengungkapan polisi meringkus tiga orang pelaku yaitu ER, AG, dan TM. Dari pengembangan ketiga pelaku, polisi kembali meringkus 10 orang lainnya yakni BUS (26) BR (21), DIK (24), DIL (23), KIM (21), SEP (22), DAN (28), VK (20), AD (27), dan AR (18). Para pelaku akan dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan acnaman hukuman mato, penjara seumur hidup atau paling singkat 6 sampai 20 tahun.(AF/FIN)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar