Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Wonosobo Ekspres

 Terbaru

Sheltered Workshop Berdayakan Disabilitas Intelektual

Jumat
02 November 2018 🕔 02:47:15 WIB

WONOSOBO- Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini  Temanggung bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Wonosobo luncurkan program Sheltered Workshop Peduli "Tali Kasih" di Desa Maron Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo. Launching Sheltered Workshop dilakukan Bupati Wonosobo,Eko Purnomo.

Kepala BBRSPDI, Murhardjani menerangkan Sheltered Workshop peduli merupakan upaya BBRSPDI dalam memberikan kesempatan kerja dan perlindungan bagi penyandang disabilitas intelektual yang dilaksanakan di masyarakat

“Kegiatan Sheltered Workshop Peduli ini meliputi bimbingan aktivitas sehari-hari, keaktifan sosial, dan keterampilan untuk usaha ekonomi produktif,” ucapnya .

Murhardjani juga mengatakan kegiatan Sheltered Workshop Peduli Tali Kasih merupakan kerjasama antara BBRSPDI dengan Pemkab Wonosobo. Bentuk kerjasama tersebut berupa sharing buget. Yaitu Semua anggaran dari BBRSPDI kecuali Stimulan Usaha Ekonomi Produktif (SUEP). Kegiatan Seltered Workshop di Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo ini diikuti oleh 15 penyandang disabilitas intelektual yang didampingi oleh 5 pendamping.

“Pendampingan akan selama dua tahun.  Program ini sendiri telah berlangsung dari bulan Januari tahun 2018 yang diawali dengan sosialisasi dan verifikasi data, dan akan terminasi pada akhir 2019,” katanya .

Sebelum launching telah diadakan bimbingan teknis kepada kader pendamping. BBRSPDI memberikan pelatihan pembuatan keset dan batik ciprat. Dua bimbingan ini sengaja di pilih  disesuaikan dengan potensi dan kemampuan para penyandang disabilitas  intelektual.

Murhardjani melanjutkan, Sheltered workshop peduli adalah  jalur alternatif memberikan kesempatan kerja yang paling sesuai untuk penyandang disabilitas intelektual. Penyandang disabilitas intelektual masih bisa tetap berada di tengah-tengah keluarga tanpa menjadi beban karena sudah mampu berpenghasilan.

Program yang baru saja mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Kemenpan RB) berupa Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 ini sudah berjalan di 12 lokasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak 2015.

Sebelum nya program ini bernama Kampung Peduli  yang menitik beratkan pelayanan rehabilitas. Saat ini, program Sheltered Workshop menitikberatkan upaya penyaluran dan produksi barang yang bernilai ekonomis.

“Pada tahun 2018 ini, kami telah meluncurkan 3 Sheltered Workshop Peduli, di antaranya kabupaten Sukoharjo, Kudus dan Wonosobo, dan segera meluncurkan Blora dan Kulonprogo,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyambut baik adanya program Seltered Workshop. Program tersebut merupakan dukungan untuk peraturan pemerintah daerah Wonosobo  2016 tentang ramah HAM.

Dalam sambutannya Eko Purnomo menyampaikan data  Penyandang disabilitas intelektual mencapai 749 jiwa. Hal tersebut menjadi perhatian pihaknya untuk membantu mereka agar tetap berdaya guna di tengah masyarakat.

“Pihak Pemerintah Wonosobo siap memberikan dukungan program Seltered Workshop Peduli  dengan memberi pelatihan batik canting maupun jenis keterampilan lain juga membantu dalam pemasaran produk melalui dinas terkait,”  pungkasnya. (gus)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar