Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Wonosobo Ekspres

 Terbaru

Rumpun Bambu Tumbang, Akses Jalan ke Jantung Kota Lumpuh 4 Jam

Jumat
09 November 2018 🕔 11:50:15 WIB

*Izin Penebangan dalam Proses*
WONOSOBO- Diguyur hujan deras, sebuah rumpun bambu di pinggir Jalan Kiai Muntang  Kelurahan Wonosobo Timur Kecamatan Wonosobo  tumbang.  Tidak ada korban dalam peristiwa itu, namun lalu lintas yang masuk ke jantung kota Wonosobo dari arah timur lumpuh selama 4 jam.

Polisi, TNI, BPBD, Tim SAR, dan Satpol PP berupaya keras menyingkirkan  rumpun bambu yang tumbang. Posisi tumbang melintang di tengah jalan. Rimbunnya pohon bambu menjadikan relawan mengalami kesulitan. Mereka berjibaku menyingkirkan pohon dengan gergaji dan parang. Pohon bambu dipotong satu persatu.

Sementara itu, pihak Satlantas Polres Wonosobo melakukan pengalihan jalur, sempat menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama di Wonosobo. Kendaraan dari arah Kertek akan menuju ke Banjarnegara dan Purwokerto dialihkan melalui jalur alternatif lintas selatan. Sedangkan dari arah Dieng ke Banjarnegara di arahkan melalui jalur tengah kota.

Kepala Kelurahan Wonosobo Timur Endang Setiana,  mengemukakan bahwa pohon tumbang pada pukul 13.00 WIB, setelah hujan deras turun menguyur Wonosobo. Pohon bambu milik warga RW.06 Kampung Sayangmulyo.
“Tidak ada korban, tapi menimbulkan gangguan pada arus lalu lintas yang akan masuk kota,” katanya

Menurutnya, pemilik pohon bambu sudah mengajukan surat kepada pihak Kelurahan Wonosobo Timur, pada  bulan oktober lalu terkait rencana penebangan. Surat tersebut diteruskan kepada pihak dinas lingkungan hidup. Namun tidak menjelaskan waktu penebangan.

“Pemilik pohon sudah mengajukan penebangan, tapi kan kita harus mengurus surat ke dinas terkait. Sebab, penebangan pohon di pinggir jalan memang harus izin dan melibatkan banyak instansi terkait, termasuk kepolisian,” terangnya.

Akan tetapi, sebelum surat ditindaklanjuti ke instansi yang lain, pohon sudah keburu roboh dihempas oleh angin dan hujan.

Sementara itu, pemilik pohon bambu mengaku bahwa dirinya sudah mengajukan surat kepada pemerintah kelurahan untuk menebang rumpun pohon bamboo tersebut.

“Pohon bambu itu memang sudah tua, rencana akan kita potong. Tapi karena menjulur ke jalan, kita harus izin ke dinas terkait. Izin belum keluar ternyata pohon sudah tumbang,” bebernya.

Pihaknya mengaku tidak bisa menebang rumpun bambu tersebut sendirian. Sebab arah pohon menjulur ke jalan raya. Selain itu kondisi pohon juga rimbun, sehingga dalam proses penebangan harus melibatkan banyak pihak dan mengajukan izin.

“Proses pengajuan izin itu kita lalui. Kita kan tidak punya alat untuk menebang berupa crane. Selain itu, saat proses penebangan harus ada keterlibatan pihak polisi untuk mengatur lalulintas, ” katanya.

Sementara itu, Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Polres Wonosobo, Iptu Sanyoto mengemukakan pihak Satlantas Polres Wonosobo telah mengalihkan sejumlah jalur menyusul adanya pohon bambu yang tumbang di Jalan Kiai Muntang.

“Arus lalu lintas kita alihkan untuk sementara waktu, hingga proses pemindahan pohon rumpun bambu selesai,” ungkapnya.

Menurutnya, arus lalulintas dari arah kertek menuju Banjarnegara dan Purwokerto dialihkan melalui jalur lingkar selatan. Sedangkan dari arah Temanggung menuju Dieng dialihkan melalui jalur alternatif lingkar utara.

“Untuk dari arah Kertek masuk ke kota melalui jalan S.Parman dengan sistem kontra flow. Sementara dari Temanggung ke arah Dieng dialihkan melalui jalur lingkar utara. Sedangkan yang menuju Banjarnegara diarahkan melaluli lingkar selatan,” terangnya. (gus)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar