Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Wonosobo Ekspres

 Terbaru

Produk Unggulan Desa Unjuk Gigi

Kamis
08 November 2018 🕔 10:45:15 WIB

*Jadi Perhatian Utama Pengunjung Festival Desa*

WONOSOBO – Agenda Festival Desa yang dihelat selama dua hari sejak kemarin (7/11) mendapat apresiasi positif dari masyarakat Wonosobo. Tak hanya warga pada umumnya, para pelajar hingga mahasiswa juga menyambut agenda akbar yang melibatkan puluhan desa bersama para praktisi di berbagai bidang.

Salah satu panitia, Aldhiana Kusumastuti menyatakan, ada berbagai kegiatan termasuk workshop dan penampilan yang bisa diikuti masyarakat.

“DI hari pertama, agenda dibuka dengan talkshow Desa Membangun Bangsa bersama para praktisi di bidang pengembangan desa termasik Irsyadul Ibad mewakili Infest Jogja, dilanjutkan dengan pasar ide inovasi dan gelar karya desa. Untuk agenda malam hari dilanjutkan agenda ngobrol dan akustikan " Pemuda membangun Desa" bersama para tokoh muda di antaranya seniman etnis Lukmanul Chakim yang selama ini mempopulerkan Bundengan,” ungkapnya kemarin.

Sedangkan di hari ke dua dilanjutkan dengan Workshop Refleksi 4 tahun implementasi dana desa, bertajuk Dana Desa untuk Apa?. Lalu dilanjutkan Workshop Membangun Ekonomi Lokal Desa yang berdampak Sejahtera belajar dari praktik desa Wisata dan penutupan Festival disertai Malam Desa Award. Di sela kegiatan stan-stan yang ada di ruangan juga dipersilahkan untuk mempromosikan produknya.

Salah satu atraksi yang menyedot perhatian pengunjung selain penampilan panggung juga produk kerajinan desa yang ada di tengah-tengah area workshop.

Yatno, salah satu pengerajin asal Lamuk Kaliwiro mengaku bangga bisa membawa produk desanya untuk bisa diapresiasi pengunjung. Bahkan salah satu visinya ialah untuk menaikkan nilai jual dari bahan baku yang sangat murah, di antaranya batok kelapa. Selain itu ada juga kerajinan topeng, anyaman bambu, hingga batik dari beberapa desa se-Wonosobo.

“Produk desa ini awalnya mungkin kurang dilirik dalam bentuk bahan bakunya, yakni batok kelapa dan harganya sangat murah, tapi setelah diolah menjadi kerajinan seperti miniatur sepeda motor maupun hiasan lainnya, nilainya meningkat ratusan kali. Bahkan rata-rata kerajinan ini dihargai RP200.000 ke atas,” ungkapnya.

Selain ekspo produk desa berabgai kegiatan masih menanti hingga hari ke dua (hari ini). Di antaranya Bursa Pengetahuan Desa, Desa Market dan Ngopi ala Ndeso diramaikan Layanan Publik On The Spot dan parade kesenian tradisional di halaman gedung Adipura. Lebih lanjut menurut Aldhiana, ada berbagai lomba yang sudah diikuti masyarakat luas.

“Apresiasi terhadap lomba serperti lomba foto Desa Bercerita, Penulisan Praktik Baik Desa hingga surat untuk kepala desa juga disambut dengan baik yang akan diumumkan pada penghujung acara dengan hadiah jutaan rupiah,” pungkasnya. (win)

 

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar