Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Kombis

 Terbaru

PHRI Imbau GM Hotel untuk Berkompeten

Rabu
12 September 2018 🕔 14:51:30 WIB

MAGELANG - Kementerian Pariwisata tengah berupaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal di bidang kepariwisataan. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni mengadakan uji kompetensi Atau Recognition Prior Learning (RPL), terhadap general manager (GM) hotel yang ada di seluruh Indonesia.

Saat ini, sudah lebih dari 300 an GM hotel berbintang dua hingga hotel berbintang lima mengikuti uji kompetensi. Salah satu di antaranya GM Atria Hotel Magelang, Chandra Irawan, yang belum lama ini dinyatakan lulus dalam uji kompetensi yang digelar di Jakarta itu.

GM hotel yang lulus dalam ujian ini, nantinya akan setara dengan S2, sekaligus bisa menjadi dosen tamu di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi vokasi.

Ketua BPC PHRI Magelang Edi Hamdani mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Kemenpar RI ini. Menurutnya, uji kompetensi ini akan dapat mencetak tenaga-tenaga andal berstandar global di bidang perhotelan khususnya dan pariwisata pada umumnya.

“Apalagi yang lulus nantinya bisa menjadi dosen vokasi bidang perhotelan, pariwisata atau hotel,” ujarnya, belum lama ini.

Edi mengaku senang atas keikutsertaannya salah satu anggotanya dalam RPL yang memiliki standard MRA-TP (Mutual Recognition Arrangement for Tourism Professional) atau berstandard ASEAN ini. Ia bahkan berharap banyak kepada Chandra Irawan khususnya, agar dapat berperan aktif memberikan peningkatan keterampilan kepada siswa-siswi sekolah maupun mahasiswa perguruan tinggi vokasi di wilayahnya.

“Saya ingin mereka menjadi tenaga-tenaga yang andal di bidangnya,” harapnya.

Selanjutnya Edi mengimbau kepada GM hotel lainnya agar dapat mengikuti jejak Chandra Irawan. Pariwisata menurutnya, mempunyai multiplier effect yang memberikan pengaruh yang kuat.

Untuk itu ia mengingatkan kepada seluruh pekerja perhotelan di Magelang jika ingin menjadi global player, maka harus menggunakan global standard. SDM pariwisata dan perhotelan harus berstandard global, sekolah pariwisata pun harus berstandard global, bahkan kurikulum begitupun tenaga pengajarnya harus berstandard global.

“Kalau mau bersaing di level global, gunakan global standard juga," tutupnya. (imr)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar