Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Wonosobo Ekspres

 Terbaru

Pasar Ting Njanti Angkat Kuliner dan Seni

Senin
05 November 2018 🕔 10:15:30 WIB

WONOSOBO – Setelah booming Pasar Lawas Kumandang di Dusun Bongkotan Desa  Bojasari, kini Dusun Giyanti Desa Kadipaten Kecamatan Selomerto juga punya pasar mingguan bertajuk Pasar Ting Njanti. Pasar yang ada di jantung keramaian desa itu tak hanya mengusung kuliner khas namun juga ingin menonjolkan sisi budaya. Hal itu mengingat Dusun Giyanti selama ini dikenal luas sebagai ikon wisata budaya dengan perhelatan tahunannya, Nyadran Tenong Suran yang belum lama ini dilaksanakan.

Hal itu dijelaskan Sekretaris desa Kadipaten, Tatag Taufani Anwar, yang menjadi pembawa acara saat pembukaan perdana Pasar Ting, Minggu (4/10) pagi.

“Pasar Ting Njanti ini resmi dibuka mulai 07.30 WIB dengan prosesi ‘Ngleboni Pasar’ secara simbolis dilakukan dengan pemotongan Pita Janur oleh Sekcam Selomerto bapak Suprayudhi SSos. Agenda juga dihadiri oleh segenap tamu undangan dari dinas pariwisata dan kebudayaan, forkopimca Selomerto, serta, penggiat wisata dan masyarakat umum,” ungkap Tatag.

Dijelaskan Tatag, Pasar Ting secara konsep mengusung unsur tradisional yang dikemas dengan menonjolkan sisi seni dan budaya ini menawarkan aneka jajanan dan makanan tradisional, kerajinan tangan, aksesoris busana adat, dan berbagai peralatan rumah tangga.

“Di sini, sistem jual beli menggunakan mata uang ‘benggol’ yakni satu benggol senilai 2 ribu rupiah. Kedepannya, Pasar Ting Njanti akan buka setiap Sabtu sore mulai pukul 16.00 WIB - 22.00 WIB dan Minggu pagi mulai pukul 06.00-14.00 WIB,” imbuhnya.

Keunikan Pasar Ting terlihat dari pentas yang memang secara khusus ditonjolkan dengan panggung yang cukup besar dan luas di salah satu sisi kawasan pasar. Di sana ditampilkan berbagai pentas kesenian tradisional dengan berbagai wahana permainan anak tradisional seperti egrang, tamiya jawa, wayang carang, dan nini thowong. Pada pembukaan perdana itu, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 1000 orang lebih baik dari dalam Wonosobo maupun luar daerah.

“Harapan kami dan warga, keberadaan Pasar Ting Njanti ini bisa menjadi magnet wisata yang mendatangkan keuntungan baik secara ekonomis maupun edukatif, menjadi role model bagi desa-desa yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif berbasis wisata dan budaya,” ungkap Arba Nur salah satu pemuda sekaligus pengelola.

Konsep yang ingin ditonjolkan selain seni-seni tradisi juga disebut Arba ingin menggandeng para pemuda agar ikut meramaikan panggung. Sehingga momen malam minggu, kedepannya bisa diisi dengan berbagai penampilan.

“Salah satu yang unik di sini, setiap sejam sekali, para pedagang wajib memukul kentongan yang ada di warungnya masing-masing. Konsep malam minggu juga karena kami ingin mengundang para millennial yang kini menjadi pengguna media sosial terbesar untuk turut meramaikan pasar Ting,” pungkasnya. (win).

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar