Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Purworejo Ekspres

 Terbaru

Paguyuban Sekdes Curhat ke DPRD

Jumat
09 November 2018 🕔 11:43:30 WIB

*Soal Beban Berat Kelola Pemerintahan Desa*

PURWOREJO – Tugas-tugas berat yang diemban oleh Sekretaris Desa (Sekdes) di Kabupaten Purworejo dicurahkan kepada Ketua DPRD, Luhur Pambudi Mulyono, Kamis (8/11) di Gedung DPRD. Puluhan Sekdes yang tergabung dalam paguyuban Prasojo tersebut merupakan pejabat baru di desa yang belum lama dilantik sehingga masih dalam masa adaptasi.

Ketua Prasojo, Anjas Prasetyo mengungkapkan, sebelumnya perwakilan Sekdes memang menemui Ketua DPRD dan ingin difasilitasi untuk melakukan silaturahmi dan menyampaikan beberapa uneg uneg yang ditemui di lapangan saat awal pengabdian mereka.

"Sekdes di Purworejo sekarang ini telah memiliki paguyuban yang kita namakan Prasojo. Ruang ini lebih banyak digunakan untuk mempererat tali silaturahmi, membina kekeluargaan dan saling bergotong royong saling sharing beberapa persoalan yang ditemui saat melakukan tugas-tugas sebagai sekdes," katanya.

Sekretaris Desa Golok, Kecamatan Banyuurip ini mengungkapkan jika paguyuban itu tidak berbau politik atau berafiliasi kepada salah satu parpol atau capres, namun dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja mereka.

"Kami merasa perlu membentuk paguyuban karena ternyata beban tugas kami sebagai sekdes itu cukup berat. Sebagai perangkat baru, kami merasa sebagai tulang punggung, diberikan beban berat dengan adanya dana yang sangat besar yang masuk ke desan," jelas Anjas.

Dikatakan, anggaran besar yang harus dikelola mereka mulai dari membuat anggaran, melaksanakan dan memberikan pelaporan kegiatan cukup menguras energi. Sebagai orang baru dalam tata pemerintahan desa, banyak diantara sekretaris desa yang belum siap melakukan tugas tersebut.

"Mungkin saja, di awal mereka bekerja ada yang menjadi perangkat desa itu bisa nyantai, tapi ternyata tidak. Jam kerja di kantor ternyata masih kurang dan pekerjaan di bawa kerumah," katanya.

Melihat latar belakang pengusaan tugas yang berbeda-beda, Anjas meminta agar dilakukan pelatihan secara intensif bagi para sekretaris desa baru sehingga mereka nantinya akan benar-benar mumpuni dalam melakukan tugasnya.

Salah seorang anggota Prasojo, Wijonarko, Sekretaris Desa Candi Kecamatan Ngombol mengungkapkan jika sekretaris desa bekerja ekstra hati-hati dengan adanya gelontoran dana yang besar dari pusat. Adanya regulasi yang selalu update terkadang membuat mereka sedikit terkendala.

Terkait hal itu, pihaknya berharap dari Pemerintah Kabupaten melalui OPD terkait untuk bisa memberikan update jika ada regulasi terbaru. Hal ini penting, agar pekerjaan mereka bisa selaras dengan aturan yang ada dan tidak bertentangan.

Ketua DPRD Luhur Pambudi Mulyono sendiri saat menerima kedatangan sekdes itu mengaku senang karena mereka telah memiliki paguyuban tersendiri. Keberadaan paguyuban ini penting sebagai salah satu bentuk komunikasi di internal sekdes.

Dirinya juga sependapat jika paguyuban tidak diarahkan ke politik. Dinilai cukup seksi dalam tahun politik, Luhur berharap paguyuban tersebut bisa tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis.

"Teman-teman sekdes harus sepaham dimana paguyuban untuk mensuport pemerintahan atau kerjanya. Politik itu memang hak dari masyarakat, tapi itu tersendiri," jelas Luhur.

Luhur berpesan jika kelanggengan sebuah paguyuban terletak pada anggotanya, untuk itu semua harus tetap kompak dan solid. Paguyuban harus benar-benar diperuntukkan untuk memikirkan perangkat desa bukan yang lainnya.

Secara umum jalannya pertemuan antara paguyuban sekdes dan DPRD serta unsur terkait di Pemkab tersebut berjalan menarik. Hampir seluruh perwakilan kecamatan menyampaikan berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan. Beberapa pertanyaan bisa langsung dijawab, sementara yang lain masih ditampung untuk disampaikan kepada bidang yang terkait. (luk)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar