Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Wonosobo Ekspres

 Terbaru

Massa Menilai Ada yang tak Beres

Kamis
00 0000 🕔 00:00:00 WIB

*Pembangunan Pasar Induk*

WONOSOBO- Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Induk Wonosobo menggelar aksi di halaman kantor bupati kemarin. Mereka  mendesak pemkab secepatnya membangun pasar yang terbakar di akhir 2014 lalu itu.

Massa yang terdiri dari elemen mahasiswa, masyarakat umum  dan pedagang pasar, melakukan orasi dan membentangkan spanduk desakan pembangunan pasar. Demo dimeriahkan dengan aksi teather dari mahasiswa yang bertemakan kesengsaran pedagang.

“Persoalan pasar induk semakin carut marut, sudah empat tahun paska kebakaran, pasar tidak kunjung berdiri, ini ada apa,” ungkap Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Induk Wonosobo, Fathur Khorip.

Pihaknya mencurigai ada hal yang tidak beres dalam proses pembangunannya. Diduga kegiatan pembangunan pasar tersebut dipermainkan oknum untuk mengambil keuntungan pribadi. Hal itu dibuktikan semarwutnya  persoalan pembangunan pasar, yang sepertinya sengaja diciptakan agar oknum tertentu mendapatkan keuntungan.

“Masyarakat mulai mengerti,  kalau pembangunan pasar tersebut jelas ada hal yang tidak beres. Sedemikian rumitnya permasalahan yang ada, sehingga proses pembangunan jalan di tempat,” tandasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, aliansi masyarakat peduli pasar, mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan proses pemutusan kontrak dengan pihak ketiga. Pembangunan pasar induk harus dilakukan dengan bersih dari praktik-praktik  yang ingin mengambil keuntungan pribadi. Pemerintah diminta lakukan perpanjangan MoU dengan DPRD dan menolak proses-proses yang syarat akan kepentingan oknum tertentu.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen  Pembangunan Pasar Induk Wonosobo Widi Purwanto mengemukakan, pemkab mendukung semua tuntutan yang dilakukan oleh aliansi tersebut.

“Saya kira tujuan kita sama ya. Keinginan kita juga seperti itu, pembangunan pasar induk tetap lanjut,” ungkapnya.

Pihaknya menilai, dari tuntutan yang disampaikan pendemo menunjukkan mereka memahami perosalan pasar induk. Hal itu patut diapresiasi, mereka tidak asal menyuarakan.

“Kita sedang dalam proses mediasi, namun disisi lain kita juga tengah melakukan konsultasi dengan LKPP terkait nasib pasar induk, yang intinya apakah bisa proses pembangunan terus dijalankan sementara soal hukum belum selesai,” terangnya

Sebelum membubarkan diri, Aliansi Masyarakat Peduli Pasar Induk Wonosobo nekat memasang spanduk tuntutan, di bangunan identitas gedung bertuliskan Kantor Bupati Wonosobo, serta di tiang bendera kantor setempat.(gus)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar