Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Metropolis

 Terbaru

Laga Persib vs Persija Diwarnai Kericuhan Suporter

Jumat
09 November 2018 🕔 11:42:30 WIB

MAGELANG UTARA - Laga perempat final Liga 1 U-19 2018 harus tercoreng karena aksi tidak terpuji yang dilakukan oknum para suporter. Keributan terjadi di menit-menit akhir pertandingan antara Persija U-19 dan Persib U-19 di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, Rabu (7/11) petang lalu. Memang sejak menit awal, para suporter sudah terlibat saling ejek dan tak jarang mengeluarkan kata-kata rasis.

Insiden itu terjadi di menit-menit akhir babak kedua. Persija U-19 tertinggal 0-3 dari Persib U-19 lalu spontan puluhan suporter yang berada di tribun timur berusaha masuk ke lapangan. Petugas kepolisian yang berjaga sebenarnya sudah sempat menghalau para suporter, tapi tetap saja mereka kalah banyak.

Usai berhasil menerobos barisan pengamanan polisi, suporter yang diduga adalah pendukung Persija U-19 itu kemudian mendatangi kerumunan suporter Persib yang ada di tribun barat.

Insiden diperparah ketika pertandingan berlangsung pada menit ke-85, salah satu suporter yang menyalakan flare di atas lapangan. Situasi yang kian memanas membuat petugas kepolisian terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali.

Akibat kerusuhan yang terjadi di lapangan, pertandingan sempat dihentikan beberapa menit. Pertandingan dengan sisa 5 menit waktu normal itu kemudian dilanjutkan. Tim Persib Bandung U-19 berhasil menambah keunggulan menjadi 0-4 lewat sepakan Ilham Qolba.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan pihaknya berupaya agar kerusuhan tidak terjadi lebih parah. Ia pun merasa beruntung karena insiden tidak berlanjut. Seusai pertandingan, hingga para suporter meninggalkan stadion.

Ia menyebutkan bahwa personel yang dikerahkan untuk mengamankan pertandingan perempat final Liga 1 U-19 tersebut sebanyak 120 personel. Jumah personel ini sudah disesuaikan berdasrkan prediksi Panpel.

”Jumlah suporter sebenarnya tidak terlalu banyak. Tapi prinsip, pengamanan kami sudah sesuai prosedur,” kata Kristanto.

Menurutnya, kepolisian tidak bisa bersikap terlalu jauh menyikapi insiden antarsuporter yang memang dikenal akrab ”bermusuhan” tersebut. Apalagi soal sanksi, kata Kristanto, kepada pihak tim dan suporter menjadi wewenang PSSI.

”Dari PSSI sudah memberikan izin waktu pertandingan ini. Dari Panpel juga menjual tiket masuk kepada penonton. Artinya, prosedurnya memang sudah sesuai,” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya merasa perlu memberikan perhatian karena kedua tim masih akan melakoni beberapa laga lagi ke depan. Insiden ini pula, lanjutnya, bisa saja menjadi pertimbangan PSSI apakah akan menggelar pertandingan tanpa penonton atau tidak.

”Kita tunggu keputusan dari Komdis PSSI, pasti ada sanksi yang diberikan. Misalnya boleh bertanding asal tanpa suporter dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, salah satu panitia lokal Liga 1 U-19, Sutikno mengaku menyayangkan adanya insiden keributan suporter ini. Pihaknya pun akan melakukan evaluasi secara internal, untuk menghindari kejadian serupa terulang pada pertandingan berikutnya.

”Kita akan lakukan evaluasi dan rapat internal untuk mengantisipasi kejadian yang sama terulang kembali,” tuturnya. (wid)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar