Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Temanggung Ekspres

 Terbaru

Korban Lion Air JT-610 Asal Temanggung Dimakamkan di Kampung Halaman

Senin
05 November 2018 🕔 10:02:45 WIB

BANSARI – Sehari usai memperoleh kepastian dalam proses identifikasi Tim DVI, jenazah Wahyu Susilo (31), akhirnya tiba di kampung halamannya di Dusun Macanan, Desa Mojosari, Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung, Minggu (4/11) pukul 12.30 WIB.

Wahyu Susilo merupakan salah seorang penumpang yang menjadi korban tewas dalam peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 jurusan Jakarta-Pangkalpinang sesaat usai lepas landas di kawasan perairan Tanjung Karawang Jawa Barat, Senin lalu.

Usai disholatkan, oleh pihak keluarga jenazah langsung dimakamkan di TPU setempat dua jam kemudian.

Pihak keluarga, tetangga, hingga sang isteri yang tengah mengandung tak kuasa menahan isak tangis saat peti berisi jenazah diturunkan dari mobil ambulans. Janazah sendiri langsung disalatkan di masjid desa sebelum akhirnya dimakamkan tepat pukul 15.30 WIB di TPU desa setempat.

Tak ada satupun pihak keluarga yang bersedia diwawancarai awak media terkait pemakaman tersebut. Sementara itu, Manajer Service Relation Lion Air, Slamet Dauri yang juga turut serta menghadiri pemakaman Wahyu Susilo menyatakan ikut berbelasungkawa mendalam atas terjadinya insiden tersebut.

“Kami mewakili pihak Lion Air turut mengucapkan belasungkawa mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Semoga mereka diberi ketabahan setelah ditinggal almarhum,” akunya.

Pihaknya menyebut, perusahaan Lion Air akan bertanggung jawab penuh terhadap para korban yang sempat menjadi penumpang, baik secara material maupun moril. Selain itu, pihaknya juga berjanji akan segera memberikan uang santunan dan asuransi yang saat ini tengah dalam proses pengurusan.

“Sekarang sedang dalam proses, secepatnya akan kami berikan,” tukasnya.

Terpisah, Dianita Purnama Sari (adik kandung korban), mengungkapkan bahwa kakaknya saat ini tengah bekerja di PT Kencana Agri Jakarta, sebuah perusahaan yang bergerak di pengolahan kelapa sawit. Wahyu sendiri diketahui hendak terbang menuju Pangkal Pinang guna menjalankan tugasnya sebagai tenaga survei lapangan.

“Memang beliau sering bolak-balik Jakarta menuju Bangka Belitung karena memang pekerjaannya seperti itu. Kadang juga ke daerah lain,” imbuhnya.

Lebih jauh Dianita mengungkapkan, pihak keluarga sebelumnya sama sekali tidak memperoleh firasat apapun terkait tragedi jatuhnya pesawat Lion Air yang ditumpangi oleh Wahyu. Bahkan, korban juga sempat memberikan kabar terkait rencana keberangkatannya menuju Pangkal Pinang pada hari Kamis sebelum insiden terjadi.

“Mas Wahyu meninggalkan istri Isti Khasanah (29) yang tengah mengandung dan seorang anak bernama Keinaraya Areta wibi (3) yang mana semuanya tinggal di Geneng Palar Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten,” pungkasnya. (riz)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar