Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Temanggung Ekspres

 Terbaru

Kios Sedawung Sepi Pasca Pemindahan PKL RSK Ngesti Waluyo

Kamis
08 November 2018 🕔 10:55:30 WIB

PARAKAN – Sejumlah pedagang di komplek kios Sedawung Desa Wanutengah Kecamatan Parakan mengeluhkan sepinya pengunjung, pasca pemindahan pedagang dari depan Rumah Sakit Ngesti Waluyo Parakan ke komplek kios tersebut dua pekan lalu.

Dari pantauan koran ini di lokasi tersebut, dari sekitar ratusan kios yang disediakan untuk pedagang yang semula berjualan di depan RSK Ngesti Waluyo Parakan, baru sekitar puluhan pedagang yang menempati kios tersebut.

Kondisi ini terjadi karena belum semua pedagang yang semula berjaja di lokasi semula berpindah tempat. Hal itu berdampak pada sepinya pengunjung yang mendatangi lokasi tersebut.

“Memang belum semua pedagang pindah kesini (Komplek kios Sedawung), jadi masih sangat sepi sekali,” ujar salah satu pedagang Roji di komplek tersebut, kemarin.

Selain karena alasan tersebut, lanjutnya, sepinya pengunjung juga karena masih adanya pedagang kaki lima (PKL) yang berjaja di depan RSK, sehingga pengunjung enggan untuk berbelanja.

“Masih banyak PKL, barang dagangan mereka sama dengan yang dijual oleh pedagang di sini,” keluhnya.

Tidak hanya itu, menurutnya jauhnya lokasi tempat mereka berdagang dari jalan raya serta RSK juga sangat mempengaruhi sepinya pengunjung. Pengunjung tidak akan mungkin meluangkan waktu khusus ke komplek kios tersebut manakala masih ada PKL yang berjualan di depan RSK.

“Ini kan lokasinya sangat jauh, bagaimana mungkin para konsumen atau pengunjung itu akan datang kemari, kalau di depan RSK barang yang mereka butuhkan sudah tersedia,” ucapnya.

Keluhan yang sama juga dilontarkan oleh pedagang lainnya yakni Istianah. Menurutnya, sebelum kios ini dibangun, sudah ada kesepakatan antara pedagang dan pengelola, saat itu pengelola berjanji akan memasukan semua pedagang ke kios ini.

Namun pada kenyataanya, sampai saat ini masih banyak pedagang yang dengan leluasa menjajakan barang dagangannya di depan RSK. Kondisi ini sudah sangat tidak sesuai dengan kesepakatan sebelum pemindahan dan pembangunan kios ini.

“Bahkan sebelum dibangun sudah ada kesepakatan bersama, kemudian saat akan dipindah juga sudah ada kesepakatan lagi. Tapi lihat saja sendiri masih banyak PKL di sana,” keluhnya.

Ia berharap ke depan, pemerintah dalam hal ini pengelola kios tersebut bisa segera mengambil tindakan, sehingga tidak ada pedagang yang merasa dirugikan.

“Kesepekatan itu harus dilakukan, jika tidak pedagang yang di kios baru ini pasti akan sepi terus,” pintanya.

Ia menambahkan, jika kondisi ini terus dibiarakan berlarut, maka kerugian yang ditanggung oleh pedagang di kios baru ini akan semakin banyak, barang dagangan tidak akan pernah laku manakala tidak ada pengunjung yang datang.

“Sesegera mungkin ada tindakan pasti, baru dua minggu berjualan di kios saja saya sudah merugi cukup banyak, apalagi jika didiamkan seperti ini terus, tidak hanya saya saja yang rugi, tapi hampir semua pedagang merasakan yang sama,” keluhnya. (set)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar