Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Metropolis

 Terbaru

Kembangkan Anggrek Tidak Perlu Biaya Banyak

Rabu
07 November 2018 🕔 21:01:00 WIB

MAGELANG TENGAH-Untuk meningkatkan kemampuan budidaya tanaman hias khususnya anggrek, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang menyelenggarakan pelatihan kultur jaringan anggrek skala rumah tangga yang digelar selama tiga hari (6-8/11). Pelatihan diikuti 10 peserta yang telah lolos seleksi yang dilakukan oleh Disperpa. "Peserta memang tidak banyak, yang kami ikutkan kali ini adalah mereka yang memiliki prospek untuk benar-benar mengembangkan budidaya anggrek,"ujar Kabid Pertanian, Agus D Windarto, kemarin.

Selain itu, pertanian perkotaan (urban faming) menekankan tidak memvutuhkan lahan luas. Kota Magelang yang memiliki icon sebagai Kota Sejuta Bunga tentunya sangat cocok apabila terus melakukan peningkatan budidaya tanaman anggrek. "Pemanfaatan teknologi kultur jaringan tentunya sangat bagus apabila masyarakatnya masih bisa melakukan budidaya tanaman anggrek yang memiliki lahan terbatas,"tuturnya.

Agus berharap selain mendapat ilmu untuk pemanfaatan teknologi, peserta dapat memanfaatkan peluang usaha yang ada. "Nilai ekonomi anggrek sangatlah stabil bahkan cenderung bisa naik oleh karena itu jangan sia-siakan pelatihan ini untuk mengembangkan bisnis pertanian yang lebih besar,"imbuhnya.

Narasumber Pelatihan, Ir Pranowo Singgihsandjojo menyampaikan pemvuatan kultur jaringan skala rumah tangga tidak memerluka biaya mahal seperti yang ada pada teori pada umumnya. Penggunaan zat pengatur tumbuh, vitamin dan bahan-bahan kimia dapat diganti dengan bahan-bahan yang ada yang tersedia di sekitar. "Penggunaan autocave bisa digantian dengan dandang biasa yang membedakan lama perebusan jika menggunakan autocave biasanya hanya 30 menit, tapi kalau menggunakan dandang bisa 2-3 jam. Saat menanam dan aklimatisasi menggunakan leminer at flow yang sederhana bisa menggunakan Ncase juga sudah bisa,"paparnya.

Pranowo mendampingi peserta pelatihan selama tiga hari. Kegiatan lebih banyak praktek. Hari pertama penyilangan bunga anggrek bulan dan aklimatisasi. Hari kedua dilakukan penebaran benih dan penjarangan yang dilakukan di laboratorium kultur jaringan dan hari ketiga pembuatan media kultur jaringan. "Dengan adanya kegiatan ini maka masyarakat tidak perlu ragu untuk mengembangkan kultur jaringan di rumah. Tidak membutuhkan biaya banyak dan cara rumit,"katanya.

Peserta yang hanya berjumlah 10 orang tersebut datang dari berbagai kalangan, ada guru, penghobi anggrek, perawat dan sebagainya. "Saya sangat minat sekali ikut acara ini. Meski belum banyak anggrek koleksi saya tapi saya sangat suka merawat anggrek,"ujar salah satu peserta dari Kampung Karet, Magelang Selatan ini.(hen)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar