Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Temanggung Ekspres

 Terbaru

Kemarau Panjang, Petani Alih Profesi

Selasa
06 November 2018 🕔 09:50:00 WIB

BANSARI – Akibat kemarau yang berkepanjangan, mayoritas petani asal Desa Mojosari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung terpaksa harus banting setir atau beralih profesi lain guna mencukup kebutuhan sehari-hari. Hal ini dikarenakan mereka belum dapat menanam satu jenis tanaman pun lantaran lahan yang mengering serta sumber air yang sangat terbatas.

Seperti yang diungkapkan kadus Macanan, Faturochman (31), Senin (5/11). Ia mengaku banyak dari warganya yang biasanya berprofesi sebagai petani, namun lantaran kemarau berkepanjangan mereka beralih menjadi tukang batu, kuli bangunan, bahkan menganggur. Pasalnya, usai musim panen tembakau berakhir, bekas lahan yang ditinggalkan tidak dapat ditanami jenis tanaman apapun akibat tidak adanya sumber air untuk mengaliri lahan.

“Banyak dari mereka yang ikut nguli teman di luar kota, nanti kalau hujan turun mereka pulang lagi,” ujarnya.

Padahal di tahun-tahun sebelumnya, memasuki pertengahan bulan September hingga awal Oktober para petani sudah mulai bisa menanam tanaman komersil lain seperti bawang merah, bawang putih, jagung, cabai, hingga kol.

“Sudah sejak habis lebaran itu petani menganggur. Kan setelah panen tembakau lahan tanam jadi kosong. Biasanya mereka menanam tanaman lain, tapi untuk tahun ini kan kemarau panjang, jadi mereka tidak bisa menanam apa-apa karena memang tidak punya sumber air untuk pengairan. Apalagi hujan belum juga turun,” jelasnya.

Terlebih, selama ini ladang dan sawah seluas total 60 hektare yang mereka tanami mayoritas merupakan lahan tadah hujan. Satu-satunya yang masih bisa dimanfaatkan adalah sawah yang mengadalkan pengairan dari irigasi.

“Ada 30 hektare sawah dan ladang yang sejauh ini benar-benar jadi lahan mati karena tidak bisa ditanami apa-apa. Hanya yang dekat dengan lokasi sumber air saja yang bisa diselamatkan, itu saja petani harus berebut air,” imbuhnya.

Sementara itu, Midi (58) salah seorang petani asal Desa Mojosari mengaku dirinya tidak bisa berbuat banyak akibat kemarau yang berkepanjangaan tahun 2018 ini. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya usai memanen tembakau, petani langsung menanami lahan masing-masing dengan tanaman cabai atau bawang merah.

“Lahan saya sekitar satu hektaran hanya bisa sebagian kecil saja yang bisa ditanami bawang merah. Itu saja mengandalkan sumber air dari kolam. Kalau yang tidak punya kolam ya tidak bisa,” pungkasnya. (riz)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar