Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Magelang Ekspres

 Terbaru

Kantor Pusat BKK Pringsurat Digeledah

Kamis
08 November 2018 🕔 11:10:00 WIB

*Cari Bukti Pendukung*

TEMANGGUNG – Sedikitnya 14 orang petugas yang tergabung dalam Satuan Khusus pemberantasan Korupsi Kejaksaan Temanggung menggeledah seluruh ruangan di kantor Pusat Operasional BKK Pringsurat, Temanggung yang terletak di Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Sidorejo Kecamatan Temanggung, Rabu (7/11) siang.

Pengeledahan sendiri terpaksa dilakukan untuk mencari bukti-bukti baru yang dapat mendukung proses penanganan serta penyidikan dalam kasus korupsi yang tengah menjerat salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Temanggung, Sabrul Iman menjelaskan, penggeledahan sendiri dilakukan untuk mengumpulkan beberapa dokumen penunjang atas kasus dugaan penyimpangan pengelolaan dana keuangan BKK Pringsurat. Indikasi adanya penyimpangan sendiri berasal dari hasil laporan tim penyidik yang menyebut bahwa dana di BKK Pringsurat sebanyak Rp123 miliar, namun berdasar kas per tanggal 31 Desember 2017 hanya tersisa Rp1,8 miliar.“Jadi ada kekurangan lebih Rp121 miliar yang kita telusuri pertanggungjawabannya,” akunya.

Ia menambahkan, penggeledahan tersebut merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan serupa di lokasi lain, yakni BKK Pringsurat Cabang Tretep dan Pringsurat pada 5 Nopember 2018 lalu. Saat itu tim menemukan beberapa dokumen penting terkait yang berguna untuk pembuktian, termasuk menyita agunan kredit yang diberikan tidak sesuai dengan ketentuan hingga menyebabkan tingginya non performance loan (NPL) perusahaan.“Kita ambil agunan di kedua cabang tersebut masing-masing dengan nilai hampir sebesar Rp3,2 miliar di Cabang Tretep dan Rp10,6 miliar di Cabang Pringsurat atau totalnya hampir Rp13 miliar lebih,” imbuhnya.

Sedangkan, untuk kantor pusat berdasar rekapitulasi data hasil penyidikan yang didapat, nilai keseluruhan KPO dari ke dua cabang tersebut mencapai Rp41 miliar. Jadi artinya, dari total kerugian uang negara sebesar Rp123 miliar tersebut, baru Rp41 miliar yang baru diindikasikan dapat dikembalikan kepada negara.

Dia membeberkan, uang sebesar Rp123 miliar yang dianggap sebagai kerugian negara atas kasus yang menjerat para petinggi BKK Pringsurat tersebut adalah modal awal yang bersumber dari dana penyertaan modal Pemprov Jateng dan Pemkab Temanggung dengan nilai Rp7,9 miliar dan dana masyarakat berupa tabungan, deposito mencapai Rp98 miliar serta dana APP sebesar Rp19 miliar.

Mengingat masih ada Rp121 miliar uang yang belum diketahui pertanggung jawabannya, tim saat ini tengah fokus untuk melakukan pengecekan untuk mengusut aliran dana tersebut.“Apa dana yang masih belum ketemu ini dikeluarkan sesuai prosedur atau tidak, kami akan terus telusuri,” tegasnya.

Terkait kasus dugaan korupsi tersebut, Kejaksaan Temanggung telah menjerat dua tersangka, yang tak lain merupakan para petinggi jajaran direksi. Masing-masing atas nama Suharno sebagai mantan Direktur Utama, dan Riyanto sebagai mantan Direktur Operasional. Mereka kini telah ditahan rumah tahanan Temanggung sembari menunggu proses hukum. (riz)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar