Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Wonosobo Ekspres

 Terbaru

Juara di Indonesia, Ayoobah Bakal Go Internasional

Kamis
08 November 2018 🕔 10:50:30 WIB

WONOSOBO – Pada kompetisi National Young Inventor Award (NYIA) 2018, tim asal Wonosobo yang mengusung teknologi pemanfaatan gerak tubuh manusia untuk mengisi daya pada smartphone bernama Ayoobah mendapat juara pertama. Tim yang beranggotakan Muchamad Ravi Ramadhani dan Safira Nur Azizah asal SMA N 2 Wonosobo itu berhasil menyisihkan ribuan peserta yang mengirimkan proposal dan mengikuti final bersama 45 peserta lainnya di Indonesia Convention Exhibition Tangerang Banten belum lama ini.

National Young Inventor Award (NYIA) adalah sebuah ajang perhelatan Science Terapan se-Indonesia yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dikatakan Ravi, siswa SMAN 2 Wonosobo jurusan IPS, jumlah peserta di awal pendaftaran sebanyak 2000-an pelajar.

“Kami berkesempatan mengikuti final dan pameran dan penjurian di Tangerang dan akhirnya bisa menjadi juara. Semoga kami bisa mewakili Indonesia dengan baik di ajang internasional yang kemungkinan akan diadakan di Jepang atau Rusia,” ungkap Ravi.

Ekspo di Tangerang sejak 31 Oktober lalu memberi kesempatan pada Ravi dan Safira untuk memperkenalkan teknologi pemanfaatan gerak kinetik manusia menjadi sumber energi listrik untuk mengisi daya pada smartphone dengan menerapkan GGL induksi magnet yang diebut Ayoobah. Sebelumnya Ayoobah juga menjadi juara di ajang Krenova Wonosobo.

“Latar belakang saya ikut kompetisi ini cukup panjang, intinya saya hidup harus bermakna harus dikenang. Harapan saya ke adik kelas bahwa apapun jurusannya seperti saya dari IPS  terbukti bisa berhasil sampai di sini. Saya berpesan kepada adik kelas, ayo, kalian masih muda banyak potensi terus gali potensi kalian jangan terbatas oleh apapun,” pesan Ravi untuk siswaSMA N 2 Wonosobo.

Dijelaskan Safira yang merupakan siswa IPA bahwa gagasan Ayoobah diawali dari ide Ravi yang mengikuti ekstrakurikuler sama dengannya. Ravi mengajaknya menjadi partner dalam proyek itu yang kemudian diangkat ke Krenova.

“Itu awalnya ide dari ravi, kebetulan setelah mengambangkan Ayoobah, kami mendapatkan informasi bahwa ada lomba dari LIPI. Kemudian ravi mengajak saya untuk menjadi patner di lomba itu. Dengan latar belakang jurusan MIPA, saya membantu dibagian teori rumus dan saat itu harus persiapan bahasa inggris. Jadi kami saling melengkapi dan bekerja sama,” tutur Safira.

Menurut Safira, latar belakang mereka bersepakat membuat alat ialah melihat kebutuhan akan smartphone yang menyangkut banyak hal penting seperti transportasi umum, bimbel online, registrasi, dan lainnya.

“Saat kami kumpul bersama teman-teman, biasanya butuh stopkontak sampai berebut, saat kondisi smartphone mereka low-bat mereka akan berusaha mencari stopkontak untuk mengisi daya. Kemudian powerbank sebagai alat penyimpan daya pun jika baterainya habis dia tetap harus di isi, jadi walaupun punya powerbank tetap kebingungan jika baterainya habis, maka dari itu lahirlah Ayoobah ini,” ungkapnya.

Gagasan awalnya ialah bagaimana agar mereka bisa melakukan pengisian kapanpun dan dimanapun. Maka Ravi mendapat ide bahwa manusia itu setiap hari bergerak dan dari gerakan itu menghasilkan energi. Akhirnya muncul ide brilian, yaitu membuat teknologi yang memanfaatkam gerak tubuh manusia untuk mengisi daya pada smartphone.

“Kami menggunakan hukum faraday, yaitu dimana saat magnet memotong sebuah kumparan maka akan timbul arus listrik. Waktu di tangerang, penjurian dilakukan oleh para peneliti dan orang-orang hebat, dan kami mendapat banyak pujian. Jujur kami senang sekali,” ungkap Safira.

Baik Ravi maupun Safira mengaku tidak menyangka menjadi pemenang dan bisa membawa pulang hadiah senilai RP10 juta. Mereka sempat menangis haru dan sujud syukur karenanya.

“Harapan saya kedepan,semoga setelah ini kami bisa menciptakan inovasi inovasi yang lebih bagus lagi dan lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Semoga setelah nanti mendapatkan hak paten banyak orang yang mengenal karya kami, tidak hanya di indonesia tetapi di dunia. Karena saya ingin mengenalkan kepada dunia bahwa ini adalah karya anak bangsa Indonesia,” pungkasnya. (win)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar