Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Temanggung Ekspres

 Terbaru

Hujan Turun, Petani Mulai Persiapan

Rabu
07 November 2018 🕔 10:11:15 WIB

TEMBARAK – Hujan yang sudah mulai mengguyur sejumlah daerah di Kabupaten Temanggung, membuat petani di wilayah kabupaten penghasil tembakau ini mulai melakukan persiapan tanam pertama.

Pantauan koran ini di wilayah Kecamatan Tembarak, sejumlah petani mulai melakukan persiapan dengan mengolah lahan mereka. Pengolahan lahan untuk persiapan tanam pertama sendiri dilakukan dengan berbagai cara dan metode.

Sebagian petani di lereng gunung Sumbing ini masih memilih menggunakan kerbau dalam melakukan perisapan tanam, mereka menilai dengan menggunakan kerbau kesuburan tanah akan tetap terjaga.

“Yang punya traktor banyak, tapi kalau saya sendiri masih memilih menggunakan kerbau, selain lebih ramah. Kesuburan tanah juga tetap terjaga, tanah tidak terkontaminasi oleh bahan bakar,” terang Junaedi (48) salah satu petani desa setempat, kemarin.

Menurutnya, musim tanam pertama ini kemungkinan besar akan mundur dari tahun sebelumnya, sebab hujan baru mengguyur wilayah Temanggung pada awal bulan November ini.

“Beda sama tahun lalu, bulan Oktober sudah mulai turun hujan, sehingga di bulan November sudah mulai tanam,” terangnya.

Sumadi (52) petani lainnya menuturkan, pada musim tanam pertama ini biasanya akan dibarengi dengan curah hujan yang tinggi dan terjangan angin yang cukup kencang, sehingga tanaman padi sangat rawan ambruk dan busuk.

“Biasanya di bulan Desember hingga Januari curah hujan sangat tinggi, jadi persiapan harus dilakukan sedini mungkin,” ujarnya.

Persiapan yang dimaksud, mulai dari pengolahan lahan, penebaran benih hingga tanam harus benar-benar diperhitungkan, sehingga ketika memasuki bulan Desember atau Januari, tanaman padi sudah kuat.

“Sebelum hujan menguyur kemarin, sebagian petani sudah mulai menebar benih dan pengolahan lahan, jadi ketika hujan turun petani sudah mulai tanam,” terangnya.

Ia berharap, pada musim tanam pertama ini kondisi cuaca bisa mendukung, sehingga pertumbuhan padi bisa normal dan tidak mudah terserang hama penyakit, dengan demikian produksi padinya bisa lebih meningkat

“Produksi padi juga sangat dipengaruhi oleh cuaca, selain benih, perawatan dan cara tanam,” katanya.

Selain itu dirinya juga berharap, harga gabah kering panen saat panen raya mendatang bisa tetap bertahan tinggi. Dengan demikian petani tidak mengalami kerugian yang banyak.

“Semoga saja kualitas gabah bagus dan produksinya semakin meningkat, harga juga semakin membaik,” harapnya. (set)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar