Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Temanggung Ekspres

 Terbaru

Harga Bawang Naik Rp4 Ribu /Kg

Selasa
06 November 2018 🕔 10:00:00 WIB

TEMANGGUNG – Harga bawang putih dan bawang merah mengalami kenaikan antara Rp2 ribu hingga Rp4 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini diperkirakan karena pasokan sedikit.

Nur janah (58) salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung mengemukakan, sejak sepekan terakhir pasokan bawang merah dan putih memang mulai berkurang. Biasanya dalam tiga hari dipasok sebanyak satu kuintal, namun saat ini hanya dipasok 75 kilogram saja.

“Saya mengambil bawang merah dan putih ini dari pedagang yang berasal dari Semarang, sepekan sekali pasti dipasok tapi jumlahnya saja yang berbeda. Jika barang sedang banyak biasanya 100 kilogram bawang putih dan 100 kilogram bawang merah, sekarang 150 kilogram sudah total bawang putih dan merah,” terangnya, Senin (5/11).

Karena minimnya pasokan tersebut, maka lanjutnya, harga bumbu dapur yang selama ini dijualnya menjadi naik. Untuk bawang merah dari harga Rp20 ribu per kilogram naik menjadi Rp24 ribu per kilogram. Sedangkan untuk bawang putih naik Rp2 ribu per kilogram dari harga Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Menurutnya, naiknya harga bawang ini membuat para konsumen mengurangi pembeliannya. Biasanya konsumen yang membeli sebanyak 2 kilogram berkurang menjadi 1,5 kilogram saja.

“Omsetnya jadi turun, biasa jika harga naik tingkat pembelian pasti menurun,” ucapnya.

Solikhati (36) pedagang lainnya juga menuturkan hal yang sama. Menurutnya, dengan naiknya harga bawang ini ongkos produksi untuk pembuatan bawang putih dan merah juga mengalami kenaikan. Sehingga untuk menutup ongkos produksi itu dirinya terpaksa menaikan harga jual bawang goreng dagangannya.

“Biasanya satu ons atau 100 gram saya jual Rp11 ribu, sekarang menjadi Rp12,5 ribu per 100 gram,” terangnya.

Keputusan untuk menaikan harga ini selain karena harga dasar bawang merah dan bawang putih sudah naik juga karena kualitas bawang yang kurang bagus. Sehingga rendeman dari bahan baku ke bawang goreng siap jual menjadi lebih banyak.

“Bawangkan rendemennya banyak, dari 3 sampai 4 kilogram bawang paling banyak jadi satu kilogram bawang goreng kering,” terangnya.

Padahal tambahnya, proses produksi untuk menjadi bawang goreng cukup susah, jika kualitas bawang tidak bagus maka hasilnyapun juga tidak layak jual.

“Sekarang harga-harga susah diprediksi, padahal sebagai pelaku usaha harus tetap punya bahan baku. Semoga saja kedepan perekonomian semakin membaik,” harapnya.(set)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar