Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Metropolis

 Terbaru

Dikritik DPRD, TKL Siap ”Move On”

Rabu
07 November 2018 🕔 10:23:30 WIB

MAGELANG TENGAH - Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng langsung ”move on” begitu mendapat kritikan dari DPRD. Sebelumnya, anggota Komisi B DPRD Kota Magelang mendatangi objek wisata ikonik Kota Magelang itu dan menemukan beberapa persoalan, seperti sampah di aliran kali dan kurangnya optimalisasi pemanfaatan lahan terbuka.

”Kita sudah merancangnya, nantinya lahan-lahan yang nganggur akan dimanfaatkan menjadi tempat-tempat wisata dan fasilitas publik,” kata Direktur PDOW Taman Kyai Langgeng, Edy Susanto, Selasa (6/11).

Dia mengaku tidak antikritik ketika diinspeksi mendadak (sidak) jajaran Komisi B pekan lalu. Justru, ia menilai adanya tinjauan dari mitra kerja tersebut dapat memberi motivasi manajemen dan karyawan PDOW Taman Kyai Langgeng untuk lebih baik lagi.

”Kami justru berterima kasih kepada Dewan karena memberikan solusi yang sangat membangun. Kami juga ceritakan bahwa dalam waktu dekat akan menghadirkan pusat kuliner di gazebo waterboom dan waterpark,” ujarnya.

Menurutnya, tingkat kunjungan ke Taman Kyai Langgeng semenjak adanya waterboom dan waterpark melesat tajam. Dari situ, pihaknya pun komitmen untuk menambah pelayanan kepada para pengunjung dengan baik.

”Waterboom dan waterpark selama ini sudah menjadi daya tarik wisatawan untuk datang. Kami di sini juga terus berupaya untuk menyempurnakannya, salah satunya dengan menambah fasilitas, seperti area pusat kuliner di atas tepian kolam,” tuturnya.

Edy menjelaskan, di sekitar kolam renang dan permainan air itu akan dibangun shelter kuliner yang dapat mempermudah pengunjung mencari makanan usai bermain air. Meskipun selama ini sudah ada titik-titik lokasi untuk kuliner.

Kendati ditambah area pusat kuliner, namun manajemen tidak akan mengusir para pedagang yang telah lama berada di kompleks Taman Kyai Langgeng. Menurut Edy, antara kuliner di area taman dan di area kolam punya segmen masing-masing.

”Yang kuliner lama, juga sudah kami sediakan shelter di dekat jembatan tresno. Dijadikan satu di sana semua biar tidak tercecer dan terkesan kumuh,” jelasnya.

Shelter dibuat menggunakan konstruksi semi permanen dan lebih banyak berasal dari bahan kayu. Sementara atapnya dibuat menyerupai bangunan joglo, sehingga punya kesan seni ketika masyarakat mencicipi kuliner di dalam kompleks Taman Kyai Langgeng.

Namun sayangnya, tidak shelter bisa menyediakan ruang khusus untuk menyantab kuliner. Pengunjung biasanya disediakan tikar, atau lesehan di area taman terbuka, ketika menikmati hidangan.

”Kalau hujan ya bingung juga mau dimakan di mana. Karena tidak ada panggung khusus untuk makan di shelter yang baru,” ucap Wuryani, salah satu pengunjung, kemarin. (wid)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar