Rabu, 21 November 2018

Nama Site

Wonosobo Ekspres

 Terbaru

1.224 Warga Wonosobo Alami Ganguan Jiwa Berat

Selasa
06 November 2018 🕔 09:28:15 WIB

WONOSOBO- Jumlah penderita gangguan jiwa di Kabupaten Wonosobo mengalami peningkatkan cukup signifikan. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat 1,7 per 1.000 penduduk di Provinsi Jateng, dan 1,5 per 1.000 penduduk di Kabupaten Wonosobo.

“Berdasar dari data akhir September 2018, orang dengan gangguan jiwa, total berjumlah 1.668 orang. Tercatat ODGJ berat berjumlah 1.224 orang. Angka ini lebih tinggi dari tahun 2013 dengan jumlah kasus 601 orang,” ungkap Kepala Bagian Kesra Sutarjo kemarin saat menghadiri gelar Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan Jiwa, beserta Posbindu dan Pengobatan Massal di Yayasan Dzikrul Ghofilin Erorejo Wadaslintang.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam hal ini Bagian Kesra bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait yang tergabung dalam Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), menggelar bakti sosial  ke Pengobatan Massal di Yayasan Dzikrul Ghofilin Erorejo Wadaslintang. Hal ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus kerjasama lintas sektor dalam penegakan diagnosis untuk membantu proses penyembuhan pasien ODGJ.

“Ini juga menjadi bukti nyata, dari upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo dalam membangun komitmen untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa,” katanya

Pelayanan jiwa saat ini baru sampai tahap rawat jalan yang ada di RSUD Setjonegoro, dan dua rumah sakit swasta serta 24 Puskesmas yang ada di Wonosobo. Untuk rawat inap sendiri menurut penuturan Sutarjo belum ada, namun sampai saat ini masih di kirim atau dirujuk ke RSJ Magelang.

Sutarjo menambahkan di Wonosobo belum memiliki pelayanan rumah singgah untuk pasien ODGJ pasca kepulangan dari rumah sakit jiwa. Hanya ada rumah singgah yang dikelola oleh yayasan keluarga yang bergerak di bidang sosial yaitu Yayasan Dzikrul Ghofilin Erorejo Wadaslintang  yang saat ini menampung 147 pasien. 93 orang laki-laki, dan 54 orang wanita yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sementara 25 orang dari wilayah Wonosobo sendiri.

Bhaksos yang dilakukan  dalam pemberian bentuk bantuan dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan dari Baznas Wonosobo, yang berupa 150 buah kaos, 350 kg beras, 75 kg gula pasir, 75 kg minyak goreng. Serta pemeriksaan dan pengobatan untuk mbantu proses penyembuhan dengan menyasar 147 orang pasien singgah di yayasan tersebut, yang dilakukan oleh petugas RSUD Setjonegoro, dipimpin dr Tweena Sp.Kj  serta petugas dari Puskesmas Wadaslintang yang di pimpin oleh dr Agus Legowo. (gus)

Tag
Bagikan

Tinggalkan Komentar