26 C
Magelang, ID
Monday, March 25, 2019
Home Blog

Eksekutor Pembunuhan Menyerahkan Diri

0
Menyerahkan Diri, Tersangka Bertambah
DIGELANDANG. Tiga tersangka kasus pembunuhan berencana digelandang menuju ruang tahanan kemarin.

//Ada Tersangka Lain Diamankan//

TEMANGGUNG – Setelah beberapa hari masuk menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), tersangka kasus pembunuhan berencana atas pengusaha tembakau, Tjiong Boen Siong, akhirnya menyerahkan diri.

Dialah A atau Ambon alias Rizal. Selain eksekutor ini juga diamankan tersangka lain yakni  Agus alias Ag, warga Desa Bansri Kecamatan Bulu.

“Setelah tersangka A ini menyerahkan diri, ternyata ada tersangka lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana ini,” terang Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi, kemarin.

Sehingga, dalam perkara ini polisi telah menetapkan total lima orang tersangka, dengan peran berbeda-beda. Selama ini tersangka Ambon maupun AG tidak meninggalkan kota tembakau.

‎“Saudara A, sekitar pukul 20.00 berniat baik menyerahkan diri ke Polres,” katanya.

Disampaikan, dari pemeriksaan terhadap Rizal alias Ambon, polisi akhirnya mengetahui adanya seorang tersangka lainnya, Ag.  Dalam kasus ini, Ag berperan menyediakan tempat untuk mengekskusi korban Boen Siong.

“Ag diringkus di rumahnya, Sabtu (23/3) dini hari sekitar pukul 03.00. Jadi, setelah pemeriksaan secara intensif terhadap ketiganya‎, kronologi kejadian berubah dari yang kemarin disampaikan,” ucapnya.

Setelah kedua tersangka ini memberikan keterangan, ternyatakorban tak diekskusi di pinggir jalan raya Parakan – Bulu seperti pengakuan ketiga tersangka, Nurtafia (istri korban), Permadi, dan Indarto alias Markun sebelumnya. Melainkan, korban dihabisi di ruang tamu rumah Ag.

Kronologisnya, sehari sebelum ekskusi atau Senin (11/3), ‎tersangka Permadi dan Indarto mendatangi rumah Ag, lalu ketiganya mengobrol soal bawang merah. Kebetulan, Ag selama ini berbisnis komoditi tersebut, dan saat ini sedang kesulitan dana.

Permadi pun kemudian menjanjikan memberikan modal usaha kepada Ag berupa uang segar, dengan syarat bersedia meminjamkan rumahnya untuk keperluan ‘menagih hutang’ atau memberi pelajaran kepada Boen Siong.

“Karena sedang butuh dana, Ag menyanggupi, dengan syarat jangan sampai ada pembunuhan atau korban mati di rumahnya,” katanya.

Selanjutnya, pada Selasa (12/3) ketiganya bertemu dengan Boen Siong di rumah Ag. Selain bertugas menyediakan tempat, Ag dan A juga diminta mengobrol dengan korban, terkait bawang merah dan pupuk cair, yang sebelumnya memang telah dipesan tersangka, untuk memancing korban keluar dari rumah.

“Saat korban asyik mengobrol inilah, M (alias Markun atawIndarto, red) memukul tengkuk dan kepala belakang korban sebanyak tiga kali menggunakan alat yang telah disediakan sebelumnya (gagang cangkul, red). Setelah dipukul, korban terduduk diam tak bergerak,” ucapnya.

Selanjutnya, Rizal alias Ambon dan Indrato alias Markun, mengangkat tubuh korban ke dalam mobil Xenia BE 2433 YS, untuk kemudian dibuang di area perkebunan kopi di ‎wilayah Kecamatan Candiroto.

“Permadi juga berada dirumah Ag, saat korban dihilangkan nyawanya,” katanya.

Usai korban dibawa pergi oleh Ambon dan Indarto, Permadi keluar dan membawa mobil pick up Suzuki (sebelumnya disebutkan Mitsubishi Colt 120 SS)‎ AA 1656 UY.

“Mobil milik korban ini sempat disimpan dirumah Permadi di Banyuurip,” katanya.

Ketika ditanya motif kedua tersangka ini mengambil keputusan untuk menjadi eksekutor dalam kasus ini, Dwi mengatakan, tersangka Ag karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sementara, tersangka Rizal merasa berutang budi kepada Permadi.

Sebab, beberapa hari sebelum ekskusi, Ambon dirawat di rumah sakit di Temanggung lantaran sakit di bagian saraf matanya. Kala itu, biaya pengobatan dan rawat inap selama tiga hari, ditanggung oleh Permadi.

“Karena berutang budi, maka tersangka A ini balas budi dengan rencana Permadi ini, padahal saat di rumah sakit A hanya habis sekitar Rp990.000 saja,” terangnya.

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Sementara tersangka Ambon ditambahkan dengan Pasal 55 KUHP, yakni turut serta membantu perbuatan pidana.

“Untuk Ag kita terapkan Pasal 56 jo 340 KUHP, yang mana dia memberikan kesempatan dan menyiapkan tempat ‎untuk melakukan perbuatan pidana. Untuk eksekutor murni yang menghabisi korban adalah Indarto alias Markun,” katanya.

‎Senada disampaikan Ambon. Ia mengaku tak melarikan diri jauh ke luar kota. Hanya bersembunyi di sekitar Temanggung.

Usai turut menghabisi nyawa korban, Ambon mengaku ‎dihantui rasa bersalah. Karena itu, ia pada akhirnya menyerahkan diri kepada polisi.

“Saya mau terlibat karena merasa utang budi, tidak enak kalau menolak diajak, terlebih ada iming-iming uang juga. Tapi akhirnya sekarang menyesal‎,” akunya. ‎

Sebelumnya diberitakan, jajaran Satuan Resere Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung dan tim Jatanras Polda Jateng, mengungkap aksi pembunuhan berencana terhadap pengusaha tembakau dan pupuk, Tjiong Boen Siong (64), warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. ‎(set)

Pameran Lukisan BoroGusDur Digelar

0
Pameran Lukisan BoroGusDur Digelar
PAMERAN. Bupati Purworejo didampingi pelukis Bramantyo Ast saat melihat pameran usai pembukaan secara resmi.

//Petik Nilai-nilai Warisan Gus Dur//

PURWOREJO – Jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan DPD KNPI Kabupaten Purworejo menggelar pameran lukisan bertajuk BoroGusDur di Gedung DPD KNPI. Sebanyak 9 lukisan yang dipamerkan dalam rangka memperingati Haul Gus Dur yang ke-9 tersebut merupakan karya seniman, Bramantyo Astadi.

Dalam pembukaan yang dilakukan oleh Bupati Agus Bastian SE MM, akhir pekan lalu ditampilkan sebuah pertunjukan musik kolaborasi antar pemuda lintas agama yakni, pemuda Islam, Katholik dan Kristiani.

Tampak dalam pertunjukan tersebut, paduan suara dari Orang Muda Katholik (OMK) menyanyikan lagi Ilir-ilir dan Serngenge nyunar dan diiringi dengan rebana serta gitar dan keyboard dari pemuda Islam dan Nasrani.

Pembukaan tersebut sekaligus untuk meresmikan kantor DPD KNPI Kabupaten Purworejo.

Bupati Agus Bastian dalam sambutannya mengaku sangat tersentuh hatinya menyaksikan potret kerukunan dan sebuah pertunjukan yang baru pertama kali ditemuinya di Purworejo selama beliau menjabat.

“Itu tadi merupakan karya yang luar biasa. Tentu ini menjadi energi yang sangat positif bagi kita semua dalam rangka membangun kerukunan di Kabupaten Purworejo agar semakin kokoh,” katanya.

Sementara itu, Koodinator Jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo, Muhammad Hidayatullah mengatakan, tema BoroGusdur yang diambil sebagai upaya untuk memetik dan menyegarkan kembali nilai-nilai yang diwariskan oleh Gus Dur.

“Boro itu artinya pergi atau mengembara. Jadi kami ingin belajar dari Gus Dur selama pengembaraan beliau sebagai aktivis kemanusiaan, agama, budaya, politik dan lain sebagainya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, tema tersebut sekaligus untuk merespon kondisi tanah air yang saat ini cukup memperihatinkan. Terlebih memasuki tahun politik ini, persoalan SARA, hoax serta ujaran kebencian menjadi sesuatu yang mudah sekali dijumpai.

“Jika tidak berhati-hati, kita akan terperosok dalam perang saudara hingga darah tertumpah sia-sia. Ini yang mencoba untuk kita lawan dengan kembali mengaktualisasikan nila-nilai Gus Dur ke tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Bramantyo Astadi, sang pelukis menambahkan, lukisan berjudul BoroGusDur menjadi ikon dalam pameran tunggalnya tahun ini. Menurutnya, jika Borobudur ada keajaiban dunia ke tujuh, maka Gus Dur adalah keajaiban dunia yang ke delapan.

“Gus Dur saat ini adalah ikon perdamaian dan toleransi. Sehingga warisan pemikiran, gagasan maupun perilaku Gus Dur harus senantiasa dihidupkan sebagai pegangan bagi generasi penerus bangsa,” katanya. (luk)

Jokowi Kaji Usulan Menteri Ponpes

0
Jokowi Kaji Usulan Menteri Ponpes
SILATURAHIM. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri silaturahmi dengan para kiai dan tokoh se eks-Karesidenan Kedu, di Gedung Tri Bhakti, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Magelang, Sabtu (23/3).

//Saat Bersilaturahim dengan Kiai dan Tokoh se-Kedu//

MAGELANG – Wacana Menteri Ponpes sempat dilontarkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri silaturahmi dengan para kiai dan tokoh se eks-Karesidenan Kedu, di Gedung Tri Bhakti, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Magelang, Sabtu (23/3). Menteri Ponpes merupakan pembantu Presiden yang kelak akan mengurusi seluruh pondok pesantren.

Jokowi mengaku akan mengkaji usulan posisi menteri baru ini. Hal ini tidak lepas karena berbagai pertimbangan dan pemikiran.

Apalagi pemerintah mencatat jumlah pondok pesantren di Indonesia lebih dari 29 ribu unit. Banyaknya jumlah pondok pesantren ini juga mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan kualitas lulusannya.”Banyak kyai usulkan, Pak harusnya ada Menteri Ponpes. Saya sampaikan, ya menjadi masukan bagi kita,” katanya.

Tidak hanya itu, pemerintah akhirnya juga merintis pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) berbasis ponpes yang dimulai sejak 2018 lalu dengan 75 unit. “Tahun 2019 ini, pemerintah menargetkan membangun 1.000 unit BLK. Untuk meningkatkan kualitas SDM santri kita di pondok,” ujarnya.

Untuk mendukungnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk ponpes pun siap dikucurkan. Bahkan, Jokowi juga menjanjikan pemerintah segera merampungkan UU tentang pondok pesantren. “Landasan hukum tentang operasional pondok pesantren perlu segera diwujudkan karena Indonesia butuh sumber daya manusia (SDM) yang unggul berlatar belakang pesantren dan keagamaan,” jelasnya.

Hal ini, katanya, selaras dengan revolusi industri 4.0 yang membuat segala aspek kehidupan serbadigital. Jokowi ingin lulusan pondok pesantren memiliki kualitas dan kemampuan yang mumpuni untuk terlibat langsung dalam revolusi industri 4.0.

Sebelumnya presiden sempat menjelaskan bahwa RUU Pondok Pesantren diperlukan sebagai bentuk perhatian pemerintah ke ponpes di Tanah Air. Adanya UU Ponpes ini diyakini bisa memberikan payung hukum terhadap anggaran pendidikan di Pondok Pesantren.

RUU Ponpes ini merupakan usul inisiatif DPR yang telah diusulkan sejak 2013 untuk mendorong pendidikan pesantren dan keagamaan memiliki dasar hukum kuat dalam pelaksanaannya. Tujuan perhatian negara khususnya dalam aspek anggaran akan semakin besar.

Jumlah pesantren yang tercatat di Indonesia mencapai 29 ribu dengan jumlah santri mencapai 4.028.660 dan ustdaz/guru sekitar 323 ribu. Hal ini ditambah madrasah diniyah takmiliyah mencapai 77 ribu dengan peserta didik mencapai 6 juta lebih. Unit lembaga pengajaran Alquran mencapai 135 ribu dengan peserta didik sekitar 7,5 juta santri.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak semua yang hadir untuk memberi perlawanan terhadap berbagai kabar bohong yang menimpa dirinya. Dari mulai tuduhan sebagai angggota Partai Komunis Indonesia (PKI), antek aseng dan asing hingga persoalan-persoalan berbau agama. Hanya saja, titik tekan pemimpin negara yang akrab disapa Jokowi tersebut pada jumlah penduduk yang masih percaya kabar bohong tersebut.”Saya perlu melawan berita bohong tersebut. Itu Hoaks. Sayangnya masih ada sembilan juta orang yang percaya kabar-kabar tersebut,” kata Jokowi.

Setidaknya tercatat lebih dari empat kali Jokowi menyebutkan angka sembilan juta tersebut. Pertama ketika dia membantah kabar soal anggota PKI.

“Saya 4,5 tahun dijelek-jelekin, 4,5 tahun dihujat-hujat, 4,5 tahun dituduh-tuduh. Tetapi selama ini saya diam. Saya tidak melawan. Saat ini sudah saatnya melawan. Makanya kabar-kabar bohong tersebut harus diluruskan. Karena ada 9 juta orang yang percaya kabar itu. Seperti soal tuduhan saya anggota PKI. Saya itu lahir tahun 1961. PKI dibubarkan 1965. Masak balita (bayi di bawah lima tahun) jadi anggota PKI,” ucapnya.

Angka sembilan juta kembali disebutkan Jokowi saat membantah foto yang menunjukkan ada seorang sedang berpidato di hadapan massa banyak. Kemudian seseorang yang mirip dengan Jokowi berada di depannya.

“Saya tahu gambar atau foto tersebut dari anak saya. Itu hoaks. Karena yang sedang berpidato di foto tersebut adalah DN Aidit dan itu terjadi tahun 1955. Saya belum lahir. Kok ya ada orang yang mirip saya dipasang di foto tersebut. Itu hoaks dan ada sembilan juta orang yang percaya. Itu perlu diluruskan,” jelasnya.

Angka sembilan juta kembali disebutkan Jokowi saat dia membantah tuduhan soal antek aseng dan asing. Dia memaparkan data soal telah diambil-alihnya Blok Minyak Mahakam Kaltim, Blok Minyak Rokan Riau hingga Freeport Papua.

Jokowi lalu kembali menyebut angka tersebut saat membantah tuduhan soal pendidikan agama dihapus jika dia terpilih lagi. Termasuk larangan adzan, diperbolehkannya pernikahan sejenis, dana haji untuk pembangunan infrastruktur, kriminalisasi ulama, dan lainnya.

“Jangan diem. Mari kita lawan. Dikira kita tidak berani. Langkah ini dilakukan agar rakyat tidak dibuat bingung. Sayangnya, sembilan juta orang di luar masih percaya isu-isu itu,” ujarnya.

Jokowi hadir di Magelang dalam rangka silaturahim dengan ulama dan tokoh masyarakat se eks-Karesidenan Kedu di Gedung Tribhakti, Kota Magelang. Sebelumnya Jokowi sempat mampir di Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang. Dilanjutkan silaturahmi alim ulama dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-96 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren API Asri Tegalrejo Kabupaten Magelang.

Di sela kegiatan di Gedung Tri Bhakti, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding memaparkan masih banyaknya kelompok radikal yang ingin menang sendiri bahkan menganggu dengan ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa. Dari rasa kekhawatiran tersebut, para ulama dan tokoh masyarakat di eks Karesidenan Kedu meminta ada petunjuk dari Presiden Jokowi.  “Bagaimanapun kami sangat berterima kasih karena Pak Jokowi telah memperjuangkan adanya UU tentang Ponpes (pondok pesantren) yang akan semakin memperkuat perjuangan Islam. Termasuk perhatian kepada para santri dengan adanya Hari Santri,Rusunawa di Ponpes, bantuan dana hingga BLK Komunitas. Para kiai di sini mendoakan agar Pak Jokowi tegar dan sabar menghadaip fitnah dan hoaks,” ungkap Karding yang juga Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. (wid)

Anak Hilang, Rekayasa Ibu Korban

0
Anak Hilang, Rekayasa Ibu Korban
ANAK HILANG. Polsek Sawangan Polres Magelang berhasil ungkap kasus anak hilang yang melibatkan ibu kandungnya sendiri.

SAWANGAN – Kanit Reskrim Polsek Sawangan Polres Magelang Polda Jateng, Aiptu Ade Purwanto bersama anggotanya Brigadir Elpha Johan dan Bhabinkamtibmas Desa Podosoko Aiptu Budi Susanto akhirnya menemukan keberadaan anak yang dilaporkan hilang di Desa Podosoko pada Rabu (20/3) pukul 18.30 WIB.

Identitas anak yang hilang berinisia NA (3) alamat Dusun Gelap Desa Podosoko Kecamatan Sawangan. NA merupakan anak dari F (34) dan A (29) alamat Desa Podosoko Kecamatan Sawangan.

Menurut keterangan ibu korban, A, pada Rabu (20/3) sekitar pukul 18.30 WIB korban digendong  sehabis belanja dari warung, sekitar jarak 20 meter sebelum sampai di rumah korban turun dari gendongan dan lari mendahului.

Sesampainya di rumah ternyata korban NA tidak ada dan selanjutnya meminta tolong warga untuk mencari korban dengan melibatkan warga Dusun Gelap dan sekitarnya, relawan, BPDB dan SAR. Sampai hari Jumat pagi (22/3) pukul 05.00 WIB korban tidak ditemukan.

Atas Kejadian tersebut sekitar pukul 07.00 WIB, Unit Reskrim bersama Babinkamtibmas Aiptu Budi Susanto melaksanakan koordinasi bersama perangkat Desa Podosoko berkaitan dengan hilangnya korban yang diduga ada keterlibatan ibu kandungnya sendiri.

“Ketika  diadakan musyawarah, petugas memanfaatkan informasi kalau korban berada dalam asuhan warga Boyolali yang berinisial W warga Desa Jurug Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali,” Kapolsek Sawangan Kompol Drs. Margito.

Medapatkan informasi tersebut petugas dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Adhe melakukan penyelidikan ke Boyolali sebagaimana informasi, dan telah bertemu dengan pelaku.

Motif permasalahannya karena  ibunya merasa tidak mampu memberikan kebahagian dan mencukupi kebutuhan korban. Maka, anak tersebut diserahkan kepada W untuk mengasuhnya tanpa sepengetahuan suaminya.

“Untuk berita anaknya hilang merupakan sandiwara ibu korban agar penyerahan anaknya kepada W tersebut tidak diketahui oleh warga. Sedangkan W merasa mengadopsi anak tersebut,” papar Kanit Reskrim Aiptu Adhe

Pengakuan W di depan petugas membenarkan  bahwa anak tersebut bersamanya dengan alasan telah mengadopsi.

“Saya telah mengadopsi anak atas nama Arbian dari seorang ibu yang bernama A tanpa menyertakan sejumlah uang karena berniat untuk mengasuh. Saya telah mengenal Ibu korban sejak bulan Desember 2018 lewat group FB adopsi anak,” ungkapnya.(cha)

Sita Miras dari Tempat Karaoke

0
Sita Miras dari Tempat Karaoke
BOTOL MIRAS. Satuan Polisi Pamong Praja menyita puluhan botol miras dari tempat karaoke di Kabupaten Wonosobo.

//Puluhan Botol Diamankan//

WONOSOBO– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyita puluhan botol miras dari tempat karaoke di Kabupaten Wonosobo. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menegakkan peraturan daerah (perda) serta menjaga suasana tetap kondusif.

“Fungsi dari Satpol PP sendiri, sebagai penegak perda. Operasi tersebut digelar untuk menyikapi banyaknya aduan masyarakat tentang dugaan peredaran minuman keras tanpa izin di tempat-tempat hiburan yang ada di Wonosobo,” ungkap Kasatpol PP Kabupaten Wonosobo, Haryono.

Menurutnya, dari operasi yang digelar beberapa waktu lalu, Satpol PP berhasil mengamankan 77 botol minuman keras berbagai merk dari salah satu tempat karaoke.

“Operasi ini kami gelar untuk menyikapi aduan masyarakat tentang dugaan peredaran minuman keras tanpa izin di tempat-tempat hiburan di Wonosobo. Di samping itu juga untuk menjaga kondusifitas wilayah menjelang pemilihan legislatif dan pilpres pada bulan April mendatang,” ungkapnya.

Pada operasi tersebut, Satpol PP menyasar tempat-tempat karaoke yang diduga menjual minuman keras tanpa izin. Keseluruhan ada 4 lokasi yang disisir pada operasi kali ini, namun hanya 1 tempat karaoke yang kedapatan menyajikan minuman keras kepada pengunjung.

“Setalah kami lakukan pendalaman, kami temukan 77 botol miras berbagai merk yang disimpan di tempat hiburan tersebut,” imbuh Haryono.

Tempat hiburan di Kabupaten Wonosobo secara resmi telah ditutup oleh pemkab pada bulan September tahun lalu. Namun, karena ada upaya hukum dari pihak pengusaha hiburan, akhirnya tempat-tempat hiburan tersebut kembali beroperasi untuk sementara.

“Pada saat ini beberapa tempat hiburan memang beroperasi kembali disebabkan karena ada upaya hukum dari pihak pengelola tempat hiburan. Namun, statusnya masih dalam proses gugatan hukum di pengadilan negeri, dan pada prinsipnya kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,“ imbuhnya pula

Khusus untuk peredaran minuman keras, Satpol PP berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2002 tentang Minuman Keras.

“Khusus untuk peredaran minuman keras di Kabupaten Wonosobo kami berpedoman pada Perda 3 Tahun 2002 tentang Minuman Keras. Disamping adanya aduan langsung dari masyarakat,” tambah Haryono

Minuman keras yang ditemukan dalam operasi ini selanjutnya disita Satpol PP untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Barang bukti miras pada operasi ini kami amankan untuk selanjutnya kami proses sesuai dengan peraturan yang berlaku,”pungkas Haryono. (gus)

Wonosobo Juara Umum Pesta Siaga Kedu

0
Wonosobo Juara Umum Pesta Siaga Kedu
PIALA BERGILIR. Waka Binamuda Kwarcab Wonosobo Sri Widyastuti menerima piala bergilir Juara Umum Pesta Siaga Binwil Kedu.

WONOSOBO– Kwarcab Pramuka Wonosobo berhasil mempertahankan posisi juara umum dalam Pesta Siaga Binwil Kedu yang diselenggarakan di Temanggung, Sabtu (23/3). Lomba yang digelar tersebut diikuti perwakilan 6 kwarcab, yaitu Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.

Waka Binamuda Kwarcab Wonosobo, Sri Widyastuti mengatakan, hasil positif tahun lalu, memotivasi pihaknya untuk mempertahankan posisi juara umum. Posisi juara umum diperoleh setelah lima dari enam barung asal Wonosobo, menduduki posisi tiga besar dalam barung tergiat putra dan putri.

“Tiga piala disumbangkan oleh kontingen barung putra yang berhasil meraih juara barung tergiat 1, 2, dan 3. Sementara dua kontingen putri Wonosobo berhasil meraih juara barung tergiat 1 dan 2,” terangnya

Sri berharap, prestasi yang sudah diraih pada tahun ini bisa memotivasi semua gugus depan di Wonosobo untuk meningkatkan kualitas latihannya. Terlebih pada tahun depan Kwarcab Wonosobo akan menjadi tuan rumah kegiatan pesta siaga tingkat binwil Kedu.

“Tahun depan Wonosobo adalah tuan rumah Pesta Siaga Binwil Kedu. Semoga bisa sukses penyelenggaraan dan juga sukses hasil,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada seluruh barung yang sudah berjuang mewakili Wonosobo di tingkat Binwil Kedu. Hasil positif yang diraih Wonosobo, tidak lepas dari peran peserta didik hingga pembina Pramuka di masing-masing Gugus Depan.

“Terima kasih kepada seluruh gugus depan yang sudah berjuang. Sehingga, Wonosobo bisa mempertahankan posisi juara umum,” tambahnya.

Nantinya seluruh barung yang meraih posisi tiga besar di Pesta Siaga Binwil Kedu, akan maju ke Pesta Siaga tingkat Provinsi yang akan diselenggarakan di Semarang pada 26-28 April 2019. (gus)

Doa Keselamatan Negeri dari Puncak Gunung Tidar

0
Doa Keselamatan Negeri dari Puncak Gunung Tidar
UMBUL DONGA. Gubernur Jateng bersama Walikota Wakil Walikota, Bupati dan wakil bupati besama-sama berdoa meminta perdamaian NKRI, Minggu (24/3)petang.

//Ganjar Ikuti Selameten Puser Bumi//

MAGELANG SELATAN-Warga Magelang berinisiatif menggelar ‘Selametan Puser Bumi, Merawat NKRI ‘, untuk mendoakan  Pemilu tahun 2019 agar berjalan dengan lancar dan damai Minggu (24/3) petang di Puncak Gunung Tidar Kota Magelang. Pentingya acara ini membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo datang dan mengikut prosesi ruwat bumi.

Kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah bahkan didampingi langsung Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Wakil Wali Kota Windarti Agustina, Bupati Magelang Zaenal Arifin, serta Wakil Bupati Edi Cahyana yang mengenakan pakaian adat jawa lengkap. Ganjar Pranowo beserta Sigit Widyonindito dan Zaenal Arifin pun ikut menuangkan air kendi di tugu yang dipercaya sebagai puser bumi pakuning jawa di Puncak Gunung Tidar, sebagai representasi penyucian.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan hampir seluruh daerah di Jawa Tengah berdoa sesuai kultur mereka (masyarakat-red) masing-masing untuk kondisi Jawa Tengah dan Indonesia agar kondusif. Warga, menurut Ganjar, kemudian menghubungi dirinya untuk berdoa bersama. “Mereka kontak sama saya, Pak Gubernur kulo badhe bareng-bareng doa bersama dari kawan-kawan yang sedang menjalankan ini, dari doa dan doa. Untuk memohon kepada Allah SWT agar Jawa Tengah aman, agar Indonesia aman, agar Pemilu lancar,” katanya.

Ganjar menuturkan, dipilihnya Puncak Gunung Tidar dikarenakan pemilihan dan usulan warga yang ingin menggelar tumpengan di pakuning tanah jawa. Usulan tersebut, menurut Ganjar, kemudian diapresiasi dan dirinya langsung mengontak dan meminta izin Wali Kota Magelang.

“Pak Wali kemudian mempersilahkkan. Niki warga desa badhe nyiapke. Kemudian Pak Bupati juga ajeng mriku. Terus akhirnya kumpul di sini, dan semuanya berkumpul pada sore hari ini. Semua dengan kesederhanaan itu dengan adanya ketulusan warga,” ujarnya.

Masyarakat lanjut dia harus sadar, bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan berbagai macam perbedaan yang ada. Beda warna kulit, beda suku, agama, ras, golongan.

“Namun perbedaan itu harus menjadi pemersatu. Bedo partai yo kudu rukun (beda partai ya harus tetap rukun), arep milih presiden nek bedho-bedho pilihan ya kudu tetep rukun (mau memilih presiden meskipun berbeda-beda harus tetap rukun),” tambahnya.

Dalam kesempatan itu pula, Ganjar mengajak seluruh warga untuk berdoa bersama menjelang Pilpres 2019. Semoga pesta demokrasi tersebut berjalan lancar tanpa ada gangguan apapun.

“Mari kita berdoa, agar nanti diberikan pemimpin yang amanah, yang merakyat, yang tahu keinginan rakyat dan yang bisa menyenangkan rakyat,” ungkapnya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin didampingi Wakil Bupati Edi Cahyana, menyebutkan bahwa ini adalah keprihatinan kita bersama, keinginan kita bersama untuk menjaga keindonesiaan kita, merawat keindonesiaan kita. Ditengah-tengah kita sedang akan menghadapi hajat besar, menurut Bupati, tentunya seluruh rakyat Indonesia termasuk warga masyarakat kota dan Kabupaten Magelang, ingin berharap Indoonesia tetap berjalan dengan damai, lancar tanpa halangan apapun.“Maka hari ini, saya bersama Pak Wali, Pak Wakil Bupati dan Bu Wakil Wali Kota maka nderek Pak Gubernur untuk berdoa bersama. Doa di sini, doa untuk kedamaian di negara yang dicintai. Ini pusatnya tanah jawa, sehingga harapan doa dari pusat ini akan menyebar,” tuturnya.

Sementara Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyebutkan, pihaknya mendukung acara selametan ini untuk mendoakan keutuhan NKRI. Menurut Sigit, pihaknya juga menyambut baik doa tersebut dikarenakan dipilihnya Gunung Tidar sebagai tempat doa bersama. “Ruwat puser bumi ini menjadi upaya menjaga kearifan lokal dan juga sebagai upaya nguri-nguri budaya yang menjadi warisan para pendahulu. Tentu tujuannya agar warga paham bagaimana warga bisa menjaga alam ini dengan seimbang, dengan memperhatikan konteks kekinian,” katanya.

Selain itu, terdapat pula 24 gunungan yang mewakili jumllah 24 Kecamatan di Magelang Raya. Selain itu, terdapat pula gunungan jerami atau umbul donga dengan ketinggian sekitar tiga meter berisikan kertas doa dan harapan, yang ditulis oleh warga. Gunungan berisikan kertas tersebut kemudian dibakar. Pembakaran ini dimaksudkan agar doa dan harapan mencapai ke atas dan didengar oleh Tuhan YME.

Penanggungjawab kegiatan sekaligus Kepala Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Arianto mengatakan, acara ini berkonsep kenduri dengan sebuah doa bersama warga dan diakhiri dengan makan bersama. “Gagasan selametan ini sebenarnya sudah lama diperbincangkan. Warga Magelang merasa punya keprihatinan yang sama mengenai situasi politik akhir-akhir ini.Kami kesetrum dengan spirit itu, dan semakin semangat setelah pak Gubernur Ganjar menggelar Apel Kebangsaan Kita Merah Putih di Semarang,” katanya.

Dalam acara doa bersama tersebut ada prosesi Umbul Donga. Setiap warga yang hadir akan menuliskan doa dan harapannya untuk Indonesia di secarik kertas. Kertas-kertas doa itu akan ditempelkan pada salah satu gunungan yang telah disediakan. Selanjutnya gunungan tersebut akan dibakar atau dilarung bersama api dan angin naik ke langit, menyatu dengan semestara. “Melalui prosesi ini diyakini bahwa seluruh doa bisa menembus dimensi nubuwah, malakut atau bahkan dimensi ilahiah. Dengan demikian, Insya Allah doa manusia akan di kabulkan,”jelas Arianto, Usai doa penutup, Gubernur, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Bupati, Wakil Bupati serta seluruh warga kemudian makan bersama (hen/oko)

153 Kasus HIV-AIDS Sepanjang 2018

0
153 Kasus HIV-AIDS Sepanjang 2018
Ilustrasi

//Penderita Didominasi Laki-Laki//

WONOSOBO– Komisi Penanggulangan ADIS (KPA) Kabupaten Wonosobo merilis hasil analisa situasi perkembangan HIV/AIDS sepanjang Tahun 2018, Jumat (22/3). Dari jumlah tersebut, 99 kasus alias 64,7 % masuk dalam stadium HIV, sementara 54 kasus (35,3%) ada di stadium AIDS.“Kalau dari jenis kelamin, 153 kasus tersebut didominasi laki-laki dengan 103 dan 50 orang lainnya berjenis kelamin perempuan,” ungkap Sekretaris KPA, Hery Purwanto kemarin

Dia menyebut tak kurang dari 153 kasus dilaporkan selama bulan Januari hingga Desember. Dari jumlah tersebut, 99 kasus alias 64,7 % masuk dalam stadium HIV, sementara 54 kasus (35,3%) ada di stadium AIDS. Sementara untuk hasil analisa cara penularan HIV/AIDS, pihak KPA menerima laporan 86 kasus (56,20%) akibat heteroseksual, 62 kasus (40,52%) akibat homoseksual, 4 kasus (2,61%) dari perinatal, dan 1 kasus (0,65%) akibat IDU atau jarum suntik.

Dalam rilisnya, KPA juga membeber analisa kasus HIV/AIDS di Kabupaten Wonosobo berdasar pekerjaan dan kelompok umur para penderitanya yang kini total sudah mencapai 594 orang.

“ Kalangan wiraswasta masih menjadi yang terbanyak menderita HIV/AIDS yaitu mencapai 135 orang, disusul buruh 103 orang, karyawan 102 orang dan Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 93 orang,” katanya.

Sedangkan untuk Pekerja Seks Komersial (PSK) sebanyak 60 orang, lalu TKI 32 orang, belum kerja 28 orang dan Narapidana (Napi) 14 orang. Sementara dari kelompok usia penderita, data yang dikumpulkan KPA menyebut rentang usia 25-29 tahun mencapai 134 kasus, 30-34 tahun 132 kasus, dan usia 20-24 terdapat 120 kasus.

Berikutnya, rentang usia 35-39 tahun sebanyak 81 orang, 40-44 tahun ada 58 orang, 45-49 mencapai 18 penderita. “Ada pula rentang usia 0-4 tahun dimana 13 anak terinfensi HIV/AIDS, 5-9 tahun ada 9 anak, kemudian 10-14 tahun ada 1 anak, dan 15-19 tahun 13 orang,” imbuh Hery.

Selain analisa berdasar profesi, usia dan gender, Hery juga menuturkan sebaran kasus berdasar wilayah, yaitu meliputi 15 Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo. Menurutnya, jumlah penderita HIV-AIDS terbanyak masih ada di Kecamatan Wonosobo dengan 108 kasus, disusul Kecamatan Kalikajar dengan 63 kasus, dan Kertek dengan kasus sebanyak 51. Di 12 Kecamatan lainnya, pihak KPA disebut Hery juga telah memiliki data dimana sebaran kasus berkisar antara 11 sampai 41 kasus. “Dari luar kota juga kami data, yaitu mencapai 37 orang,” pungkasnya. (gus)

Nuansa Adat Jawa Warnai HUT Kota Mungkid

0
Nuansa Adat Jawa Warnai HUT Kota Mungkid
TRADISIONAL. Upacara HUT Kota Mungkid ke 35 dilaksanakan dalam nuansa balutan budaya Jawa yang kental.

//Sejumlah Prestasi pun Diraih//

KOTA MUNGKID – Penuh rasa khidmat dalam balutan nuansa adat Jawa, Pemerintah Kabupaten Magelang melangsungkan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kota Mungkid ke-35 yang jatuh pada hari Jumat (22/3), di Halaman Setda Kabupaten Magelang.

Keunikan lainnya adalah peserta upacara ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang mengenakan pakaian adat Jawa.

Upacara diawali dengan prosesi arak-arakan PNS berpakaian adat Jawa dari Jl Soekarno Hatta menuju halaman Setda Kabupaten Magelang dengan dikawal pasukan bergodo pada barisan paling depan.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP sebagai inspektur upacara mengatakan HUT Kota Mungkid ke-35 kali ini, Pemerintah Kabupaten Magelang mengusung tema ‘Bekerja Dengan Cinta Untuk Indonesia Menuju Bahagia dan Sejahtera’.

“Melalui tema ini terkandung makna untuk melihat prestasi dan pencapaian masyarakat di Kabupaten Magelang, yang dimulai pada saat saya dan Pak Edi Cahyana dilantik sebagai Bupati Magelang dan Wakil Bupati Magelang untuk periode 2019-2024 oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Semarang beberapa waktu yang lalu,” ucap Zaenal.

Sepanjang 2018, pemerintah kabupaten juga telah berhasil meraih sejumlah prestasi yang cukup membanggakan antara lain, penghargaan Opini BPK ‘Wajar Tanpa Pengecualian, Kabupaten/Kota Peduli Hak Asasi Manusia dari Kementerian Hukum dan HAM, Kabupaten Layak Anak Kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Anugerah Parahita Ekapraya Kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kemudian Pelaksanaan Model Kampung Anak Sejahtera (KAS), Predikat ‘Pasar Tertib Ukur’, Unit Penyelenggaraan Pelayanan Publik dengan Kategori ‘Baik Dengan Catatan’ tahun 2018, Program Kampung Iklim Utama Tingkat Nasional untuk Desa Wonosari Kecamatan Kajoran dan Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan, Anugerah Bunda Paud Tingkat Nasional.

“Ditambah lagi penghargaan Penganugerahan BPBD Kabupaten/Kota Tahun 2018 terbaik ll Tingkat BPBD Kabupaten/Kota wilayah Barat, Top 10 kompetisi inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan keterbukaan informasi Publik/KIP Award dalam kategori Badan Publik Cukup Informatif tahun 2018,” papar Zaenal.

Bupati berharap semua hasil kerja tersebut tidak membuat terlena seluruh pegawai pemerintahan, namun sebaliknya agar bisa menjadi pemicu dan motivasi tersendiri dalam melayani masyarakat.

“Dalam kesempatan kali ini saya juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung seluruh program-program pembangunan yang sedang berjalan maupun yang akan berjalan sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Magelang agar dapat terwujud dengan sedaya amanah,” harapnya.

Dalam upacara tersebut, turut dibacakan Sejarah Pemerintah Ibu Kota Kabupaten Magelang dari masa pemerintahan bupati terdahulu hingga masa sekarang. (cha)

Polisi Akan Disebar ke 591 TPS, Polres Magelang Kota Gelar Simulasi

0
Polres Magelang Kota Gelar Simulasi
SIMULASI. Polres Magelang Kota menggelar simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Jalan A Yani, Alun-alun Timur, kemarin.

MAGELANG TENGAH –  Simulasi jelang pemilu 2019 digelar di Kota Magelang, Jumat (22/3). Ratusan personel dari berbagai satuan Polres Magelang Kota dan elemen keamanan lainnya siap mengamankan jalannnya pemilu yang digelar serentak 17 April.

Simulasi yang digelar di kawasan Jalan A Yani, kawasan Alun-alun Kota Magelang ini menggambarkan situasi tempat pemungutan suara (TPS) saat pemungutan suara berlangsung. Skenario simulasi tersebut, sejumlah pendukung partai tertentu tidak setuju dengan hasil pemungutan suara yang telah ditetapkan petugas KPPS.

Akhirnya warga yang protes memaksa masuk ke TPS, namun dihadang petugas kepolisian dan linmas. Hingga akhirnya terjadi ketegangan antara warga dengan petugas keamanan. Kemudian petugas KPPS langsung mengamankan surat suara yang telah terkumpul dalam kotak suara.

Beberapa saat kemudian, terjadi aksi dorong-dorongan. Salah satu warga yang tidak tertahan petugas keamanan, merangsek masuk ke TPS lalu menendang bilik suara. Dengan sigap petugas keamanan langsung menangkap seseorang yang diduga provokator tersebut untuk diamankan.

Surat suara hendak dikirim ke KPU Kota Magelang dengan pengawalan ketat kepolisian. Namun, di tengah jalan mereka dihentikan oleh sekelompok massa yang membawa senjata tajam.

Polisi yang bertugas untuk mengawal surat suara, karena keterbatasan personel akhirnya bisa dilumpuhkan kawasanan massa. Tak lama berselang, dengan koordinasi yang apik, datang tim negosiasi membawa perlengkapan lengkap.

Namun, massa tampaknya tak menggrubis. Malah massa kian beringas dengan melempar batu, kayu, dan petasan ke arah polisi.

Sejumlah anggota pun terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke langit. Namun lagi-lagi, upaya itu belum juga mampu memukul mundur massa. Justru kemarahan massa kepada petugas semakin memuncak tatkala salah satu warga terlihat tergeletak tak berdaya terkena luka tembak.

Di sisi lain, tim medis dari Polres Magelang Kota membawa satu unit ambulance segera datang ke lokasi satu warga yang tergeletak tersebut dan mengevakuasinya. Beruntung, warga tersebut nyawanya berhasil ditolong.

Tetapi teror dari massa masih berlanjut. Hingga akhirnya Satuan Dalmas berhasil memukul mundur massa dengan bantuan satu unit water canon, tim anjing pelacak, dan sejumlah anggota pembawa sepeda motor bersenjata lengkap.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi mengaku simulasi yang digelar pihaknya untuk memperlihatkan jika kepolisian siap mengamankan pemilu.

”Yang jelas kita di wilayah hukum Polres Magelang Kota siap mengamankan pemilu 2019 agar terlaksana dengan lancar dan sukses. Kalau terkait kerawanan sudah kami petakan,” ujarnya.

Petugas kepolisian nantinya akan disebar di 407 TPS di Kota Magelang dan 184 TPS di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. ”Untuk yang paling rawan atau rawan 3, dua polisi akan diterjunkan, ditambah 8 anggota linmas hanya di dua titik TPS saja. Semakin tinggi kategori kerawanan, maka TPS yang diamankan pun semakin sedikit,” jelas dia.

Ditambahkan Kasubag Humas AKP Nur Sajaah bahwa, seluruh Kapolsek di wilayah hukum Polres Magelang Kota sudah diperintahkan untuk mendata lokasi TPS yang dinilai memiliki kerawanan. Tingkat kerawanan tersebut, kata dia, jika banyak para caleg dari berbagai partai politik (parpol) memilih di satu TPS.

”Selain itu, indikasi banyak pendukung, tetapi justru calegnya tidak lolos. Kemudian, banyak warga yang tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT). Ini kerawanan yang berpotensi terjadi konflik, untuk itu pengamanan akan ditingkatkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, khusus pengamanan dari personel Polri dan TNI di tingkat TPS, akan ditempatkan dalam radius 100 meter. Polisi tidak ditempatkan persis di lokasi TPS, sepanjang situasi aman dan terkendali.

”Tapi jika ada indikasi konflik, maka polisi dengan sigap akan mendekat ke TPS. Jika tidak terkendali, personel yang berada di Mapolres bisa disiagakan untuk memberikan pengamanan tambahan,” tandasnya. (wid)

Ikuti kami

0FansLike
0FollowersFollow
10,538SubscribersSubscribe

Berita Terkini

Cuaca Hari Ini

Magelang, ID
mist
26 ° C
26 °
26 °
94 %
1kmh
40 %
Mon
29 °
Tue
27 °
Wed
28 °
Thu
28 °
Fri
28 °