32.2 C
Magelang, ID
Wednesday, May 22, 2019
Home Blog

Gagalkan Pengiriman 1.840 Petasan

0
Pengiriman 1.840 Petasan Digagalkan
TERSANGKA. Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto menunjukkan tersangka dan barang bukti petasan saat ungkap kasus di Mapolres Wonosobo, Senin (20/5).

WONOSOBO – Satreskrim Polres Wonosobo mengamankan 1.840 buah petasan dan 7 kg bubuk  bahan petasan. Kedua barang berbahaya tersebut diamankan dari tangan seorang kurir dari wilayah Kebumen yang akan diserahkan kepada pemesan di Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo.

“Dua karung petasan itu, satu karung berisi 40 renteng dengan jumlah sebanyak 1.720 buah dan satu karung petasan berdiameter 2,5 centimeter berjumlah 120 buah. Selain dua karung petasan, diamankan pula tujuh kantong plastik serbuk petasan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Heriyanto kemarin .

Pihaknya mengamankan tersangka berinisial MM (21), Desa Surobayan Kecamatan Ambal, Kebumen. Tersangka ditangkap saat hendak mengirimkan barang kepada pemesan di wilayah Kecamatan Kepil, Wonosobo.

“Untuk tujuh kantong plastik berisi bubuk obat petasan masing-masing seberat satu kilogram,” imbuhnya.

Menurutnya, kronologis penangkapan pada Rabu (15/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Pelaku menuju ke tempat Beri dan Parman untuk mengambil barang bukti satu dua karung petasan dan barang bukti serbuk petasan. Kemudian barang tersebut akan dijual kepada saksi berinisial FZ (25), warga Desa Gadingrejo Kecamatan Kepil seharga Rp 90.000 per renteng petasan.

“Sedangkan untuk bubuk obat petasan dijual seharga Rp 130.000 per kilogram,” ujarnya

Barang- barang tersebut diangkut menggunakan sarana satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AA-5309-YJ. Setelah itu, pelaku langsung berangkat menuju ke arah wilayah Wonosobo.

“Saat tiba di depan bank BRI Unit Kepil Wonosobo.Pelaku yang telah terendus gerak-geriknya langsung dibekuk oleh petugas kepolisian dari Reserse Mobile (Resmob) Polres Wonosobo,” katanya

Pelaku juga langsung dibawa ke Mapolres Wonosobo guna diproses secara hukum yang berlaku. Kasus mengenai petasan ini dapat dijerat dengan perkara bunga api pada Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 atau pasal 13 ayat 1 UU Bunga Api Tahun 1932 Jo pasal 1 ayat (1) huruf A angka 3 tentang peraturan untuk pelaksanaan UU Bunga Api tahun 1932.

“Karena pelaku terlibat dalam pengiriman bahan peledak, pelaku diancam hukuman 10-20 tahun. Tindak lanjut saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan dua orang saksi, melengkapi pemeriksaan saksi,” tutupnya.(gus)

Kenaikan Penumpang Diprediksi 50 Persen

0
Kenaikan Penumpang Bus Diprediksi Capai 50 Persen
ARMADA. Sejumlah armada bus disiapkan PO Sumber Alam Kutoarjo Purworejo untuk menghadapi masa angkutan lebaran 2019.

PURWOREJO– Pada masa angkutan lebaran tahun 2019 ini, kenaikan penumpang yang menggunakan moda transportasi bus diperkirakan mencapai 50 persen. Kondisi itu diantisipasi oleh PO Sumber Alam Kutoarjo Purworejo dengan menambah jumlah armada.

Sedikitnya seratus armada bus telah disiapkan untuk melayani arus mudik dan balik lebaran tahun 2019. Ratusan bus itu akan diberangkatkan mulai H – 7 hingga H + 10 lebaran

Direktur PO Sumber Alam, Anthony Setiyawan Chambali mengatakan, bus tersebut diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan konsumen.

“Kami perkirakan ada kenaikan penumpang hingga 50 persen pada lebaran tahun ini,” katanya, saat dikonfirmasi, Minggu (19/5).

Menurutnya, armada sudah disiapkan dan dalam kondisi prima. Untuk memenuhi kebutuhan, Sumber Alam meremajakan sebagian armada yang dinilai kurang laik jalan.

“Perusahaan juga menambah armada baru,” sebutnya.

Diungkapkan, untuk memudahkan konsumen, Sumber Alam mulai merambah penjualan tiket secara online. Pemesanan tiket dapat dilakukan untuk tanggal keberangkatan saat arus mudik dan balik.

Menurutnya, Animo konsumen membeli tiket secara online cukup tinggi. Hingga Jumat (17/5) malam saja, tiket untuk sedikitnya 80 bus terjual.

“Kalau dihitung jumlah kursi, ada kurang lebih 3.400 penumpang,” ungkapnya. (toP)

 

Sopir Truk Tolak Kenaikan Pajak

0
Sopir Truk Tolak Kenaikan Pajak
UNJUK RASA. Ratusan armada truk berunjuk rasa di Kantor Pemkab Magelang perihal penolakan kebijakan kenaikan Pajak Mineral Bukan Logam.

MUNGKID – Ratusan armada truk gelar aksi unjuk rasa penolakan kebijakan kenaikan pajak mineral bukan logam sebesar tiga kali lipat yang diterapkan Pemkab Magelang di Pemkab Magelang kemarin.

Pendemo menyerukan tidak akan membayar pajak pasir. Pajak tersebut selama ini dibebankan oleh sopir truk. Pasalnya objek pajak dalam peraturan daerah ini adalah pengusaha tambang.

Perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum dan Kajian Kebijakan Publik Pemuda Muhammadiyah Magelang, Fatchul Mudjib yang mendampingi aksi sopir di Pemkab Magelang menyatakan menolak kebijakan tersebut.

Dalam aksi itu, perwakilan sopir diterima oleh Wakil Ketua DPRD Suharno MM dan Pj Sekda Kabupaten Magelang.

“Dan dengan tegas kami menolak membayar pajak tersebut mulai saat ini. Karena, seusai UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dalam kentuan umum pasal 1 nomor 29 disebutkan pajak mineral bukan logam dan batuan adalah pajak atas kegiatan pengambilan mineral bukan logam dan batuan, baik dari sumber alam di dalam dan/atau permukaan bumi untuk dimanfaatkan,” ungkap Mudjib

Melalui pasal tersebut, Mudjib mengatakan yang wajib membayar pajak adalah penambang bukan sopir yang membeli.

“Jadi selama ini kami merasa terjadi pembodohan publik dengan adanya retribusi tersebut. Kami merasa tertipu dengan semua ini bahwa kami bisa saja melaporkan hal ini ke Polres Magelang terkait penipuan ini,” paparnya.

Korlap aksi Erfin Yulyanto mengungkapkan keprihatinannya dengan adanya kebijakan baru dari Pemkab Magelang yang menaikan pajak retribusi angkutan galian C.

“Mengapa belum ada surat pemberitahuan sebelumnya dan tiba-tiba muncul surat edaran tersebut. Jika sudah merasa di sosialisasikan ke paguyuban mungkin seperti MTC kenapa tidak diteruskan kepada kami,” ungkap Erfin.

Pj Sekda Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, mengatakan, penetapan tersebut merupakan proses panjang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Tengah nomor 543/30 tahun 2017. Tentang penetapan harga patokan penjualan mineral bukan logam dan batuan.

“Pada 27 Juli 2017 telah dilakukan sosialisasi kepada pemangku kepentingan,” ucap Adi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan Perda Nomor 13 tahun 2010 tentang Pajak Daerah dan Perbup Nomor 12 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan SK Bupati Magelang Nomor 180.182/202/KEP/23/2019 Pemberian Keringanan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.

Kenaikan pajak tersebut yakni jenis armada tronton dikenakan pajak sebesar Rp 50.000 kini menjadi Rp 140.000; engkel dari Rp 36.000 menjadi Rp 100.000; colt diesel sebelumnya Rp 18.000 menjadi Rp 50.000; sedangkan bak terbuka yang tadinya Rp 5.000 sekarang naik menjadi Rp 15.000. (cha)

Peringati Harkitnas dengan Ziarah ke Makam Pahlawan

0
Peringati Harkitnas dengan Ziarah ke Makam Pahlawan
ZIARAH. Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina beserta jajaran Forpimda melakukan ziarah ke TMP Giri Dharmoloyo dalam rangkaian peringatan Harkitnas ke-111, Senin (20/5).

MAGELANG SELATAN – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 diperingati jajaran Pemkot Magelang dengan melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo, Kota Magelang. Ziarah diikuti oleh Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina, didampingi sejumlah pejabat forum pimpinan daerah (Forpimda) setempat, Senin (20/5).

Ratusan aparatur sipil negara (ASN) ini melakukan doa bersama dan tabur bunga. Menurut Windarti, ziarah ke TMP merupakan agenda rutin setiap peringatan Harkitnas untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang gugur demi membela bangsa dan negara.

Sebelumnya, Pemkot Magelang menggelar upacara bendera di halaman kantor Walikota Magelang yang diikuti oleh seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Pemkot Magelang, TNI, guru sekolah se-Kota Magelang, dan jajaran Forpimda.

Dalam upacara yang dikomandani oleh Kapten Arm Mashudi Pitoyo dari Kodim 0705/Magelang itu, Windarti menuturkan bahwa Harkitknas merupakan momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan terlebih pasca-Pemilu 2019 yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat.

”Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu, tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa telah ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo, lebih dari satu abad silam. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis membuktikan Indonesia mampu menjaga persatuan sampai detik ini.

”Karenanya tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat,dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia,” tandasnya.

Apalagi Harkitnas 2019 yang bertema ”Bangkit Untuk Bersatu” ini dilangsungkan dalam suasana Ramadan. Terlebih bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan maupun fitnah. (wid)

Perbaikan jalan Ditarget H-10 Selesai

0
Perbaikan jalan Ditarget H-10 Selesai
PERBAIKAN. Sejumlah pekejra sedang melakukan perbaikan jalan di jalan raya Parakan-Kedu Temanggung.

TEMANGGUNG – Perbaikan jalan raya nasional tepatnya di jalan raya Parakan-Kedu Temanggung ditargetkan selesai sebelum H-10 Lebaran. Dengan harapan arus mudik dan balik yang melintas di jalur tersebut lebih lancar.

“Kami kebut perbaikannya, harapan kami sebelum H-10 sudah selesai tahap pertama,” terang Pejabat Pembuat Komitmen Tugas Pembantuan 01 Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantuan, Parjo, kemarin.

Ia mengatakan perbaikan jalan raya ini dilakukan sebanyak dua tahap. Untuk tahap pertama pengaspalan dilakukan selama bulan Ramadan ini.

“Perbaikan atau pengaspalan tahap kedua akan dilakukan setelah arus mudik dan balik pada perayaan Idul Fitri 1440 mendatang,” katanya.

Pihaknya memastikan Jalan Batas Kabupaten Wonosobo-Temanggung-Secang siap untuk melayani arus mudik Lebaran. Kegiatan preservasi Jalan Nasional Batas Kabupaten Wonosobo- Temanggung- Secang saat ini terus dikebut.

Ia mengatakan, sebenarnya perbaikan jalan sudah rutin dilakukan disepanjang jalan nasional yang sudah diperbaiki, pada titik-titik yang terjadi kerusakan perkerasan aspal, sudah dilakukan pengaspalan jalan seperti di Secang, Pare, Kranggan, dalam Kota Temanggung dan Kedu.

Terkait dengan pelaksanaan perbaikan sendiri, pihaknya memastikakn tidak menganggu arus lalu lintas yang berada di jalur tersebut. Pihaknya mengandeng Dinas Perhubungan dan pihak aparat kepolisian untuk mengatur lalu lintas.

“Untuk kegiatan preservasi jalan nasional batas Kabupaten Wonosobo-Temanggung-Secang, yang sepanjang jalan 35,85 kilometer dan jembatan 462,00 meter,” terangnya.

Sebagaimana diwartakan koran ini sebelumnya, Kondisi umum ruas jalan sedang dengan lalu lintas tinggi. Topografi wilayah berada di dataran tinggi, daerah Temanggung. Preservasi jalan ini ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur lintas tengah Provinsi Jawa Tengah. Jalur lintas tengah tersebut merupakan jalur tengah yang utama berada di Provinsi Jawa Tengah menuju Provinsi Jawa Barat maupun Daerah Istimewa Jogjakarta.

Selain itu preservasi jalan juga untuk mendukung sektor pariwisata nasioanal serta pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga frekuensi kendaraan berat, maupun ringan yang melintas akan semakin tinggi. Kegiatan preservasi Jalan Batas Wonosobo-Temanggung- Secang merupakan kegiatan yang dilaksanakan PPK TP 01 Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantuan DPU Bina Marga dan Cipta Karya  Provinsi Jawa Tengah.

Penerima manfaat preservasi Jalan Batas Wonosobo-Temanggung-Secang ini adalah masyarakat pengguna jalan yang melalui Provinsi Jawa Tengah ruas Jalan Wonosobo-Temanggung-Secang dan masyarakat Temanggung pada khususnya serta masyarakat Jawa Tengah pada umumnya.(Set)

THR Wajib Dibayarkan

0
THR Wajib Dibayarkan
AKTIVITAS. Sejumlah karyawan sedang beraktivitas di salah satu pabrik garmen di Temanggung.

TEMANGGUNG – Menjelang perayaan Idul Fitri 1440 H, semua perusahaan di wilayah administrasi Kabupaten Temanggung wajib menunaikan kewajibannya, yakni membayarkan (THR (Tunjangan Hari Raya).

“Tidak terkecuali, semua perusahaan yang berdiri di Temanggung wajib memenuhi hak-hak dari para pekerjanya,” tukas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung, Suminar Budi Setiawan kemarin.

Bahkan pihaknya meminta seluruh perusahaan maupun pelaku usaha yang mempekerjakan karyawan, wajib membayarkan THR Keagamaan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

“Tujuh hari sebelum perayaan Idul Fitri kewajiban tersebut sudah harus dipenuhi oleh perusahaan,” pintanya.

Ia mengatakan, permintaan pencairan tersebut disampaikan dinas melalui Surat Edaran Nomor: P/472/560/V/2019 tentang Pemberian THR Tahun 2019 kepada ratusan pimpinan perusahaan di wilayah Temanggung.

Ia menyebutkan, sejak dibuat tanggal 10 Mei 2019, pihaknya telah menyebarkan surat edaran tersebut kepada para pimpinan perusahaan atau pelaku usaha di wilayah Kabupaten Temanggung.

“Harapan kami semua perusahaan memenuhi kewajibannya, melalui surat tersebut semua perusahaan bisa tepat waktu dalam mencairkan THR,” harapnya.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan, bagi pekerja atau buruh di perusahaan, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada para pekerja atau buruh. THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

Terkait dengan besaran THR sendiri ia menyebutkan, bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja 12 bulan terus menerus atau lebih diberikan THR sebesar satu bulan upah. Sementara pekerja atau buruh dengan masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan nominal satu bulan upah.

“Besarannya juga sudah diperhitungkan, kalau jumlah tergantung dari perusahaan masing-masing,” katanya.

Menurutnya, THR Keagamaan tersebut diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha, baik untuk perjanjian kerja tertentu maupun perjanjian tidak tertentu. THR keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau buruh menjelang Hari Raya Keagamaan. Tunjangan ini diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai agama masing-masing pekerja atau buruh.

Bagi perusahaan yang telah menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari nilai THR Keagamaan yang ada dalam ketentuan, maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada para pekerja atau buruh, sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan.

“Bagi perusahaan yang sudah mempunyai peraturan, sebaikanya dijalankan. Jangan sampai para pekerja tidak mendapatkan hak-haknya,” tandasnya.(set)

Waisak 2019, Berharap Bawa Kebahagiaan bagi Seluruh Umat Manusia

0
Waisak 2019
PROSESI. Rangkaian prosesi perayaan Waisak Nasional umat Buddha Indonesia 2563 BE/2019, prosesi Pindapatta, arak-arakan Puja Bakti Waisak dan detik-detik Waisak Minggu (19/5) pukul 04.11 WIB di pelataran Candi Borobudur.

BOROBUDUR – Umat Buddha hadir di pelataran Candi Borobudur melakukan prosesi meditasi serta ritual doa bersama para bhikku sangha dalam detik-detik perayaan Waisak Nasional umat Buddha Indonesia 2563 BE/2019, Sabtu (18/5). Kesempatan ini dipimpin Bhikku/Bante Wongshin Labhiko Mahatera.

Ketua Umum DPP Walubi, Hartati Murdaya mengatakan, Waisak kali ini diharapkan umat Buddha Indonesia dapat berhasil dan bisa berguna bagi sesama, serta melawan sang ego, serta rasa kebencian.

“Semoga di hari Tri Suci ini dapat membawa kebahagiaan bagi seluruh umat manusia terlebih bagi bangsa Indonesia,” ucap Hartati.

Pada malam puncak peringatan Waisak 2019, juga dihadiri oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

“Kita harus menghargai kebangsaan kita dengan kebhinekaan kita ini. Perbedaan bukanlah suatu kelemahan, melainkan adalah kekuatan untuk membangun bangsa yang lebih sejahtera,” ungkap Lukman Hakim Safudin.

Usai melaksanakan peringatan Waisak di area Zona 1 Candi Borobudur tersebut, sampailah pada acara detik-detik pelepasan lampion. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah bahkan luar negeri memadati lokasi Taman Lumbini. Ribuan lampion pun dilepaskan ke langit sebagai simbol doa perdamaian dari para umat.

Adapun detik-detik Waisak kali ini dilangsungkan pada Minggu (19/5) pukul 04.11 WIB di pelataran Candi Borobudur Jawa Tengah.

Sebelumnya dilaksanakan prosesi Pindapata , dimana tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya yang biasanya selalu dilakukan di kawasan pertokoan Pecinan Kota Magelang. Kali ini umat Buddha yang datang dari penjuru nusantara mengikuti prosesi Pindapata dengan membawa sedekah di kompleks Candi Mendut.

Menurut Biksu Sangha Theravada, Bante Kamsai Tsumano Mahatera, hal itu bertujuan agar prosesi Pindapatta bisa berlangsung lebih khidmat.

“Kita berniat bahwa semua candi dapat berkah termasuk kepada semua makhluk. Karena di setiap candi itu terdapat para dewata yang juga butuh kebahagiaan dan bahagia jika melihat kita para makhluk berbuat baik. Sehingga kebahagiaan ini kita bagi rata,” ungkap Bante Kamsai di sela prosesi Pindapata.

Ritual ini merupakan tradisi meminta sedekah atau mengumpulkan dana dan bahan makanan dari para umat yang dilakukan oleh para Biksu sejak ribuan tahun lalu. Berderma saat Pindapata juga merupakan salah satu cara mengamalkan ajaran Budha yakni berdana sebagai obat segala penyakit, salah satunya miskin.

“Sebelum jaka perbuatan dan perkataan, kita persiapkan diri untuk berbuat baik yang pertama kali itu melepas keberkatan. Jadi kita berdarma itu merupakan latihan agar kita tidak miskin. Berderma juga menjadi obat untuk mengobati penyakit miskin,” jelasnya.

Efek dari berderma dengan ikhlas, menurut Bante Kamsai akan membuahkan kebahagiaan dalam kehidupan.

“Kami sebagai anggota Shangha bahagia apalagi yang bersedekah dengan senyum. Karena yang lampau dan yang akan datang akan ada tangga kesucian perdana,” jelas Bante Kamsai.

Usai menjalani prosesi Pindapatta, para Biksu dan umat Budha melanjutkan prosesi Puja Bakti di Candi Mendut untuk kemudian mengikuti prosesi arak-arakan menuju Candi Borobudur Sabtu (18/5) siang. Proses arak-arakan itu membawa berbagai sarana Puja Bakti Waisak, seperti Air Berkah dan Api Darma.(cha)

Polisi Buru Pencuri Uang Setengah Miliar

0
Polisi Buru Pencuri Uang Setengah Miliar
PENCURIAN. Tempat kejadian perkara kasus pencurian uang didalam mobil di depan Indomaret SPBU Gontor Wonosobo

//Modus Pecah Kaca//

WONOSOBO– Polisi masih memburu pencuri uang di depan Indomaret SPBU Gontor Kampung Sidojoyo, Kelurahan Pagerkukuh, Kecamatan Wonosobo. Pelaku mencuri uang sejumlah Rp 489.000.000 dengan modus memecah kaca mobil.

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras melalui Kasubbag Humas Polres Wonosobo, Iptu Heldan Pramoda Wardana mengungkapkan, pihaknya telah mencatat keterangan sejumlah saksi mata dalam kejadian tersebut. Antara lain Akhmad Hakim (30) warga Desa Krasak RT 03 RW 04  Kecamatan Mojotengah dan Rosid Setiyadi (24) warga Desa Pandansari RT 06 RW 03 Kecamatan Mojotengah.

Sementara korban yang mengalami nasib apes adalah Warjono (53) warga Kampung Mirombo RT 01 RW 02 Kelurahan Rojoimo Kecamatan Wonosobo.

“Jadi kronologis kejadian, pada hari Kamis (16/5) sekitar pukul 14.15, korban pergi ke Bank BRI Cabang Wonosobo untuk mengambil uang. Selanjutnya kurang lebih pukul 15.00, korban menuju BNI, namun operasional sudah tutup,” katanya

Kemudian korban menuju ATM BRI di depan Indomaret SPBU Gontor Sidojoyo kurang lebih pukul 15.18 guna mentransfer uang. Namun tak disadari ban mobil bernomor polisi AA 8459 RF yang dikendarainya mengalami kempes.

“Setelah korban selesai menambalkan ban mobilnya. Korban terkejut melihat kaca mobil bagian belakang samping kanan sudah pecah,” terangnya

Alangkah lebih terkejut lagi, uang yang ada di dalam tas warna biru hitam yang saat itu berada di bawah jok belakang mobil korban rupanya sudah tidak ada. Sebelumnya diduga pelaku telah mengintai dan mengikuti korban ehingga telah mengetahui keberadaan uang milik korban.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 489.000.000. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Wonosobo untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Mendapat laporan kejadian tersebut, tindakan yang diambil aparat kepolisian, yakni mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan TKP, mencatat saksi-saksi dan melakukan olah TKP. Terkait kasus itu, aparat kepolisian terus mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan berbagai barang bukti serta keterangan saksi-saksi.

“Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku,” pungkasnya. (gus)

Polisi Tangkap Pengedar dan Pecandu Narkoba

0
Polisi Tangkap Pengedar dan Pecandu Narkoba
BARANG BUKTI. Kasat Narkoba AKP Prasetya didampingi Kasubag Humas AKP Nur Sajaah saat memimpin gelar perkara kasus narkoba di aula mapolres setempat, akhir pekan lalu.

MAGELANG TENGAH – Seorang pengedar dan dua pengguna nakoba ditangkap aparat Polres Magelang Kota, belum lama ini. Dari ketiga tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti di antaranya 5 paket sabu seberat 2,58 gram dan 190 pil psikotoprika berbagai jenis.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi melalui Kasat Narkoba AKP Prasetya Budianto mengatakan, ketiga tersangka ditangkap dalam waktu yang berbeda. Penangkapan ketiga tersangka merupakan pengembangan kasus yang digelar Satuan Narkoba Polres Magelang Kota.

”Para tersangka antara lain DBP alias Dablon (28) warga Kampung Panjang Baru, Gelangan, Magelang Tengah. Kemudian DCN alias Ambon (29) warga Kampung Panjang Baru, Gelangan, Magelang Tengah, dan tersangka NAP, warga Sumberejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang,” katanya, dalam gelar perkara, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan dari ketiga orang tersebut, dua tersangka diduga saling terhubung yakni DBP dan DCN. DBP, kata dia, berperan sebagai pengedar sedangkan DCN sebagai perantara.

”Tersangka DBP kita tangkap lebih dulu pada akhir Januari dengan barang bukti berupa empat buah paket berisi sabu dengan total 2,33 gram. Selanjutnya, barang bukti lainnya berupa alat hisap bong, satu bendel plastik klip, satu lembar bukti transfer, dan juga satu buah ATM. Peran tersangka DBP adalah sebagai pengedar,” imbuhnya.

Prasetya mengungkapkan, penangkapan tersangka DBP kemudian berkembang pada tersangka lain yakni DCN sebagai perantara yang ditangkap selang dua jam kemudian.

”Tersangka DCN bertindak sebagai kurir atau pengantar pesanan narkoba dari tersangka DBP,” terangnya.

Menurut dia, DBP memberikan perintah kepada DPN agar meletakkan pesanan narkoba di suatu tempat sesuai kesepakatan. Tak hanya sebagai kurir, sambung dia, DCN juga positif mengonsumsi narkoba seusai diperiksa.

Prasetya memastikan, kedua tersangka DCN dan DBP akan dikenakan hukuman yang berbeda sesuai perannya. Tersangka DCN, dikenakan pasal 114 ayat (1)  jo Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

”Sedangkan tersangka DBP akan dikenakan pidana penjara seumur hidup dan atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun,” katanya didampingi Kasubag Humas AKP Nur Sajaah.

Sementara, untuk tersangka NAP (40) warga Sumberejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, yang ditangkap pada Rabu (17/5) sekitar pukul 02.15 WIB di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kota Magelang. Penangkapan berdasar kecurigaaan petugas dengan gerak gerik tersangka.

”Hasil penggeledahan tersangka NAP, didapati satu paket narkoba jenis sabu seberat 0,25 gram, 11 blitzer berisi 110 butir pil alprazolam, 29 butir pil alganax-1-alprazolam, 18 butir pil calmlet, dan 28 butir pil merlopam lorazepam,” sebutnya.

Untuk tersangka NAP, lanjutnya, akan dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba, dan pasal 12 ayat (2) atau Pasal 60 ayat (2) jo Pasal 62 UU RI tahun 1997 tentang psiktropika.”Ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12, dan atau pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp100 juta,” pungkasnya. (wid)

 

Operasi Pekat Amankan 3 Pasangan Tak Resmi

0
Operasi Pekat Amankan 3 Pasangan Tak Resmi
PEMBINAAN. Satpol PP pada bulan Ramadan ini akan menggencarkan razia penyakit masyarakat yang meresahkan di Kota Magelang.

MAGELANG TENGAH – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) Sabtu (18/5) malam lalu. Petugas berhasil mengamankan tiga pasangan tidak resmi dari beberapa hotel kelas melati, sekaligus mengamankan seorang sedang menenggak minuman keras (miras).

Razia dimulai pukul 22.00 di sejumlah hotel kelas melati yang berada di Kecamatan Magelang Utara. Dari sejumlah hotel dan tempat rawan yang disisir petugas tak mendapatkan apa-apa.

Pasukan kemudian bergerak menuju lainnya dan mendapati dua pasangan tak resmi di kamar 202 dan kamar 206. Ironisnya, ada anak kecil yang ikut berada dalam kamar.

Setelah diperiksa, rupanya memang pasangan tersebut bukan lah keluarga. Pasalnya, mereka juga tidak bisa menunjukan dokumen resmi pernikahan dan alamat KTP berbeda satu sama lain, petugas tetap membawa kedua pasangan tersebut.

Di hotel lainnya, tim mendapati satu tamu hotel yang sedang mengonsumsi dua botol miras. Petugas pun langsung mencokoknya.

Terakhir petugas mengamankan satu pasangan tidak resmi dari gotel lain. Mereka sebenarnya sempat mengelak dan mengaku telah menikah siri.

Apapun alasannya, petugas tetap bersikukuh bahwa kedua pasangan ini bukanlah pasangan resmi secara hukum, dan harus diamankan di Mako Satpol PP. Pasangan ini pun menyerah dan mau digiring ke Kantor Satpol PP.

Penyisiran petugas berakhir di salah satu tempat hiburan karaoke keluarga di Jalan Pemuda (Pecinan). Namun petugas tidak mendapati penyalahgunaan miras dan para pengunjung pun membawa identitas.

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, mengatakan bahwa razia ini dalam rangka cipta kondisi di bulan suci Ramadan. Untuk razia kali ini, memang hanya menerjunkan Satpol PP saja tanpa pasukan gabungan dari Polres maupun TNI.

”Karena razia ini sebagai cipta kondisi, dan menyasar pelanggaran perda. Namun ternyata, kami dapati ada tiga pasangan tidak resmi, satu orang perempuan tanpa membawa identitas, dan satu orang kedapatan mengkonsumsi miras di dalam kamar. Bahkan tamu ini dalam kondisi mabuk, tetap kami bawa ke Mako untuk dibina,” ujarnya.

Singgih mengatakan, ketiga pasangan ini merupakan pemain baru dan hanya diberikan pembinaan serta mengisi surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi. Mereka juga diperiksa kesehatannya oleh petugas.

”Untuk tiga pasangan tak resmi tersebut, kami lakukan pembinaan dan mengisi pernyataan. Untuk satu orang yang kedapatan mengkonsumsi miras, akan kami limpahkan tipiring,” katanya.

Dia berharap, momentum Ramadan tahun ini didukung warga untuk tetap menjaga kondusivitas dan ketertiban. Terlebih memberi penghormatan terhadap warga Muslim yang tengah menjalankan ibadah Puasa.

”Kita mestinya bisa menjaga bulan suci ini dengan berbuat baik. Kami harap warga tetap proaktif melaporkan apabila ada indikasi penyakit masyarakat (pekat) di tempat kos maupun hotel-hotel,” ucapnya. (wid)

 

Ikuti kami

0FansLike
0FollowersFollow
11,136SubscribersSubscribe

Berita Terkini

Cuaca Hari Ini

Magelang, ID
few clouds
32.2 ° C
33 °
31 °
66 %
4.6kmh
20 %
Wed
26 °
Thu
27 °
Fri
26 °
Sat
25 °
Sun
26 °